Pameran Seni Lukis Cat Air dalam Fetival di Griya Santrian Sanur

Pameran Seni Lukis Cat Air dalam Fetival di Griya Santrian Sanur

“Tat Twam Asi” – aku dan engkau adalah kita. Begitulah tema pameran seni lukis cat air yang disajikan oleh Komunitas Pelukis Cat Air Indonesia (Kolcai) di Gallery Griya Santrian Sanur. Ada 76 perupa dari seluruh daerah di Indonesia itu menyajikan hasil karya dengan berbagai pandangan masing-masing perupa terhadap tat twam asi itu. Ada 38 karya

“Tat Twam Asi” – aku dan engkau adalah kita. Begitulah tema pameran seni lukis cat air yang disajikan oleh Komunitas Pelukis Cat Air Indonesia (Kolcai) di Gallery Griya Santrian Sanur. Ada 76 perupa dari seluruh daerah di Indonesia itu menyajikan hasil karya dengan berbagai pandangan masing-masing perupa terhadap tat twam asi itu. Ada 38 karya merupakan karya murni cat air dan ada 38 karya dalam bentuk art print. Pameran dibuka oleh Ida Bagus Sidartha Putra, Jumat (2/9) dan berlangsung hingga 7 Oktober 2016.

Karya-karya yang disajikan tak hanya memberi pemaknaan dalam pewarnaan, tetapi juga memakanai secara mendalam dari tema itu sendiri. Dan yang tampak jelas, leburan warna-warna cat air di atas kertas itu turut merayakan kebersamaan sebuah festival desa yang mendunia. Maklum, karya-karya dari para perupa itu merupakan hasil dari merespon Sanur Village Festival ke-11 tahun 2016 dengan tema “Tat Twam Asi”. Ini merupakan pameran Kolcai ketiga setelah di Bandung dan Gianyar.

Para perupa lintas daerah itu mengangkat objek yang beragam, seperti alam, kultur, heritage dan lip stile yang hampir semuanya indah dan sarat pesan moral. Ada kehidupan sehari- hari, alam, tanaman dan tumbuhan juga binatang. Semuanya dalam bentuk realis sesuatu yang memimdahkan dari foto, dan ada juga yang abtrak. Walau begitu karya dari masing-masing perupa itu tetap menampilkan identitas daerahnya sendiri, baik bersifat personal ataupun kelompok.

Sebut saja, perupa asal Bali mengangkat penari Bali, asal Jakarta menampilkan budaya Jawa yang bersifat kekinian. Ada juga karya dengan objek seoarang ibu yang memegang tangan anaknya merupakan bagian dari kelanjutan tradisi, ellegi dan spiritual. Semua itu sebagai jawaban sekaligus mempertanyakan akankah hal ini masih terjadi dimasa yang akan datang. Karena di jaman yang berkembang sangat cepat ini nilai-nilai dari Tat Twam Asi itu kian menghilang.

READ  Tapak Dara Mahasomya - Taksu behind the Tetantrian Mask Convey Reflection Message of a Leader

Saat pameran ini dibuka, para perupa menyajikan sebuah pertunjukan berkolaborasi dengan musisi Jazz Indra Lesmana. Para perupa itu merespon lagu dan penampilan Indra Lesmana yang sedang bernyanyi. (BTN/015)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana