”Branding” Pariwisata Bali mesti Kedepankan ”Local Genius”

Pembangunan pariwisata tidak terlepas dengan kegiatan promosi. Terkait dengan ini, branding pariwisata Bali saat ini masih dalam tahap pembahasan. Dinas Pariwisata Bali masih terus mencari masukan dari stakeholder pariwisata, budayawan, akademisi, serta masyarakat. Kendati sebenarnya , Dinas Pariwisata menginginkan agar cukup nama “Bali” saja yang menjadi branding pariwisata di pulau dewata. Sebab, “Bali” sudah sangat

Pembangunan pariwisata tidak terlepas dengan kegiatan promosi. Terkait dengan ini, branding pariwisata Bali saat ini masih dalam tahap pembahasan. Dinas Pariwisata Bali masih terus mencari masukan dari stakeholder pariwisata, budayawan, akademisi, serta masyarakat. Kendati sebenarnya , Dinas Pariwisata menginginkan agar cukup nama “Balisaja yang menjadi branding pariwisata di pulau dewata. Sebab, “Bali” sudah sangat dikenal oleh dunia.

Bali, begitu saja itu sudah branding, jangan lagi ditambah-tambah apa lagi. Nanti kalau kita buat Bali Peacefull, aman gitu ya… terus ada kerusuhan, siapa yang bertanggung jawab dengan kerusuhan? Atau Bali The Island of Paradise, tapi sampah banyak, jalan macet, apa seperti itu paradise?,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A. Gede Yuniartha Putra di Denpasar, belum lama ini.

Kendati demikian, lanjut Yuniartha, pihaknya tidak menutup adanya masukan lain. Terutama branding yang memiliki landasan atau argumentasi kuat. Branding baru tersebut nantinya untuk menggantikan branding lama “Shanti, Shanti, Shantiyang tidak populer. “Tahun ini targetnya punya branding,” imbuhnya. Menurut Yuniartha, keberadaan branding juga berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata. Selama ini, promosi pariwisata Bali banyak dibantu oleh Kementerian Pariwisata. Apalagi, kegiatan promosi pariwisata dalam APBD Bali hanya dianggarkan Rp 600 juta. Anggaran itu lebih banyak dipakai untuk promosi di dalam negeri seperti ke Bandung dan Surabaya, serta beberapa negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura.

“Sisanya dibantu Kementerian seperti promosi langsung di Shanghai (Cina) dan Berlin (Jerman), kemudian di televisi-televisi dunia. Jadi Kementerian itu tidak berani melepas Bali. Promosi Wonderful Indonesia di luar negeri, itu semua gambarnya Bali. Ibarat layang-layang, itu badannya Bali, ekornya baru daerah lain,” jelasnya. Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bali, Tjok Asmara Putra Sukawati mengatakan, branding pariwisata Bali ke depan harus mengedepankan local genius serta adat dan budaya Bali. Sesuatu yang digali menjadi branding harus membuat wisatawan langsung mengerti bahwa yang dimaksud adalah Bali  (BTN/kmb)

READ  Contemplation of Galungan Festivity


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Duuran Gemilang – United Colour of Pottery

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana