Indahnya Pesona Alam Bukit Nampo

Indahnya Pesona Alam Bukit Nampo

Sejuknya alam pegunungan dengan perbukitan yang indah dan masih alami. Di bawahnya tampak area persawahan yang luas dan perkebunan yang mengijau. Lautan luas membentang di sisi tenggara pulau Bali dengan awan putih yang beriringan di atasnya. Tak kalah menariknya, pulau Lombok dengan gunung rinjaninya yang tampak di pagi hari, pulau Nusa Penida juga tampak jelas

Sejuknya alam pegunungan dengan perbukitan yang indah dan masih alami. Di bawahnya tampak area persawahan yang luas dan perkebunan yang mengijau. Lautan luas membentang di sisi tenggara pulau Bali dengan awan putih yang beriringan di atasnya. Tak kalah menariknya, pulau Lombok dengan gunung rinjaninya yang tampak di pagi hari, pulau Nusa Penida juga tampak jelas di selatan pulau Bali. Di pagi hari terlihat matahari terbit, sedangkan di malam hari, kelap kelip lampu di wilayah Karangasem termasuk di Kota Amlapura yang menambah indahnya suasana.

Itulah sekilas gambaran tempat wisata Bukit Nampo yang lebih dikenal dengan julukan Bukit Surga, berlokasi di Banjar Tanahampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Tempat ini relatif baru karena dilounching oleh Bupati Karangasem  pada  19 April 2016 yang lalu dan pengunjungnya sudah mulai ramai.

Berada pada ketinggian 795 meter dari permukaan laut membuat tempat ini menjadi sangat menarik dan ideal untuk melihat pemandangan alam yang indah di bawah sana. Kawasan ini mempunyai pesona alam yang indah dan masih alami sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin suasana alam yang berbeda. Di dukung juga dengan sejuknya udara  pegunungan, membuat tempat ini sangat diminati baik wisataawan lokal, maupun asing dan menjadi tempat favorit bagi kalangan anak muda.

Suasana alam yang indah dan alami tidak hanya lokasi wisata ini, di perjalan menuju lokasi ini, pengunjung juga dapat menikmati suasana alam dengan bukit-bukit yang indah. Untuk menuju tempat ini, pengunjung dari Denpasar bisa melawati  jalur Sidemen atau jalur Candidasa/kota Amlapura tetapi jalur Candidasa jaraknya lebih jauh. Jika melewati jalur Sidemen, jaraknya lebih dekat, dari Denpasar  sekitar 55 km dengan waktu tempuh kurang dari 2 jam dan jika kondisi normal/tidak ada kemacetan, bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam saja. Dari Denpasar melewatai Jalan By-pasa Ida Bagus Mantra, kemudian menujuk Kota Klungkung. Selanjutnya melewati jalur Sidemen menunju  Pasar Kalanganyar, di sebelah timur Putung atau Selat Duda.

READ  Av1lla Champion Night 2017

Dari Pasar Kalanganyar, jaraknya sekitar 3,5 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Setelah melawati Pasar Kalanganyar, pengunjung akan melewati beberapa perbukitan yang masih alami. Di sebelah timur, tampak  gunung Lempuyang dan di bawah sana terlihat telaga tista/kolam besar yang di tengahya ada pura dan merupakan sumber air yang terbesar di Karangasem. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung dapat melihat area kebun salak yang dikombinasi dengan  tanaman lainnya. Untuk mempermudah mencari lokasi wisata ini, pengunjung juga bisa menggunakan GPS atau goegle map dan kendaraan baik roda dua maupun roda empat juga bisa sampai ke lokasi. Untuk roda empat hanya kendaraan kecil yang bisa ke sana,  kalau bus belum bisa.

Tempat ini sudah dikenal sebelum di-lounching Bupati Karangasem dan pengunjungnya lebih banyak dari kalangan anak muda,” kata I Ketut Latra, penggagas sekaligus pengelola tempat wisata ini. Awalnya informasi tempat ini dari mulut ke mulut, kemudian ada pengunjung yang memuat fotonya di instagram  dengan menyebutnya sebagai Bukit Surga, sejak itu pengunjung mulai ramai dan tempat ini dikenal dengan Bukit Surga. Peningkatan jumlah pengunjung terjadi pada Sabtu, Minggu dan pada hari-hari libur.

Tempat ini juga diminati sebagai tempat kemah bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan di malam hari. Bererapa pengunjung juga tertarik untuk melakukan kegiatan rapat-rapat, perpisahan sekolah, yoga dan meditasi tetapi fasilitas untuk itu belum ada, kami dalam proses menyiapkan,”  kata Latra mengakhiri pembicaraan.

Salah satu wisatawan asal Australia, Gilbert ketika ditemui di lokasi beberapa hari lalu, mengaku sangat senang bisa berkunjung ke lokasi ini. “Saya sangat menyukai keindahan alam di tempat  ini,  suasananya memang berbeda, tidak hanya indah tetapi luar biasa,” katanya.

READ  Jalak dan Merak Restaurant di The Nest Hotel

Pengunjung lain, Dedy Yulianto yang mengaku dari Alangkjeng, Denpasar mengatakan, sangat menikmati tempat ini, suasananya masih alami. “Saya tahu tempat ini dari instagram, karena penasaran saya mencari tempat ini bersama teman-teman, ternyata memang indah. Akhirnya bisa juga menikmati keindahan alam Surga,” katanya. (BTN/kmb)

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana