Tokek yang tak Bikin Bokek

Tokek yang tak Bikin Bokek

Bagi sebagian orang, heman ini mungkin menjijikkan. Tetapi bagi yang penghobi, tentu lain lagi. Tokek, begitulah dia secara awam disebut. Salah satu jenisnya adalah Afrikan Fat Tailed Gecko. Sesuai nama depannya, satwa melata ini memang berasal dari Benua Hitam Afrika. Penyebarannya meliputi Senegal sampai Cameroon Utara dengan habitat aslinya berupa padang rumput, bebatuan di bukit,

Bagi sebagian orang, heman ini mungkin menjijikkan. Tetapi bagi yang penghobi, tentu lain lagi. Tokek, begitulah dia secara awam disebut. Salah satu jenisnya adalah Afrikan Fat Tailed Gecko. Sesuai nama depannya, satwa melata ini memang berasal dari Benua Hitam Afrika.

Penyebarannya meliputi Senegal sampai Cameroon Utara dengan habitat aslinya berupa padang rumput, bebatuan di bukit, hutan terbuka dan tepian sungai. Sepintas, reptilia yang memiliki nama ilmiah Hemitheconyx caudicinctus ini sangat mirip dengan leopard gecko (Eublepharis macularius) yang lebih dulu populer di kalangan pecinta reptilia di Indonesia.

Menurut Fahmi Pramana Ihsan, salah seorang pehobi reptilia di Jimbaran, Badung, ukuran dan bentuk badan kedua anggota keluarga gecko ini sama. Bedanya hanya terletak pada warna dan motif yang menghias badannya. Namun, ada satu ciri khas pembeda yang membuat African fat tailed gecko gampang dikenali.

Buntut atau ekornya sangat gemuk yang membuat penampilan tokek Afrika ini terlihat lucu dan menggemaskan. “Ekor gemuk ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Tokek ini juga memiliki kemampuan memutus ekornya atau caudal autotomy saat berada kondisi terancam,” kata mahasiswa Arkeologi, Unud ini.

Secara umum, kata dia, African fat tailed gecko dibagi dalam dua pattern. Pertama, dengan strip putih di punggungnya dan yang kedua tanpa strip. Biasanya terdiri dari variasi beberapa warna, yang paling sering adalah warna gelap dan terang. Saat ini, tokek dengan kisaran harga Rp 350 ribu hingga jutaan rupiah ini sudah banyak dibudidayakan .

Warna-warna baru (morph) hasil persilangan dari tokek ini cukup menawan. Namun dari sisi keragaman morph, African fat tailed gecko masih kalah dari “saudara kembarnya” Leopard gecko. Beberapa morph dari African fat tailed gecko di antaranya normal, albino, tangerine, normal stripe, snow, panthom, sunglow dan tangerine tornado. “Sama dengan Leopard gecko, reptilia ini juga sudah berhasil dikembangbiakkan di Indonesia,” kata Fahmi.

READ  Laetitia, Ary Setiwan, dan Merry Juara BHA Aerobik

African fat tailed merupakan satwa nocturnal atau aktif pada malam hari dan bersembunyi pada siang hari. Oleh karena itu, penghobi wajib menyediakan hiding box atau tempat persembunyian di dalam kandangnya. Menurut Fahmi, perawatannya tidak terlalu ribet, mahal atau bikin kantong bokek. African fat tailed gecko cukup diberi jangkrik dan mealworm.

Untuk gecko dewasa, pemberian makan cukup 2 atau 3 kali sehari. Sedangkan yang masih bayi bisa diberi makan satu atau dua kali sehari. “Sebelum memberi makan, sangat dianjurkan untuk memberikan tambahan vitamin yang berisi kalsium dengan cara dioleskan ke jangkrik atau mealworm,” katanya menyarankan. (BTN/kmb)

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana