“Rahina Mabasa Bali” di Pemkot Denpasar

“Rahina Mabasa Bali” di Pemkot Denpasar

Sebuah langkah awal yang bagus. Surat Keputusan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra terkait Rahina atau hari khusus berbahasa Bali bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Perusahaan Daerah Kota Denpasar hingga sekolah, mulai diterapkan. Dalam surat keputusan tersebut, sebagai penguatan dan pelestarian Bahasa Bali ditetapkan hari Rabu, Purnama, dan Tilem sebagai Rahina Mabasa

Sebuah langkah awal yang bagus. Surat Keputusan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra terkait Rahina atau hari khusus berbahasa Bali bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Perusahaan Daerah Kota Denpasar hingga sekolah, mulai diterapkan.

Dalam surat keputusan tersebut, sebagai penguatan dan pelestarian Bahasa Bali ditetapkan hari Rabu, Purnama, dan Tilem sebagai Rahina Mabasa Bali. Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar, Rabu (19/10)di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, mengawali Rahina Mabasa Bali di lingkungann Pemkot Denpasar.

Agenda sidang penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Denpasar Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dengan berbahasa Bali Halus.

Seluruh peserta sidang berpakaian adat Bali, yang nantinya akan berkelanjutan dengan hari tertentu yang telah ditetapkan Wali Kota Rai Mantra sebagai hari berbahasa Bali. Pembukaan Sidang dihadiri Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar dan para pimpinan SKPD Pemkot Denpasar.

Wali Kota Rai Mantra dalam pidato pengantarnya mengawali dengan, “Ngaturang suksma, duaning manggalaning DPRD saha angga sareng sami sampun igum lan mapaica pamargi inggih punika nyabran Rahina Buda, Purnama lan Tilem Mabasa Bali, pinaka pamikukuh Denpasar Berwawasan Budaya ring sajeroning ngelestariang, ngajegang lan ngalimbakang budaya sane wenten ring Bali (mengucapkan terima kasih karena jajaran anggota DPRD beserta para hadirin sudah bersedia mengikuti setiap hari Rabu, Purnama, dan Tilem menggunakan bahasa Bali dalam mewujudkan program Denpasar Berwawasan Budaya dalam hal melestarikan dan mengembangkan budaya yang ada di Bali).”

READ  Pantai Labuan Sait Menunggu Anda

Rai Mantra juga menyampaikan peraturan Perundang-undangan yang mendasari Ranperda atas perubahan Perda Kota Denpasar Nomor 5 Tahun 2013 tentang penyerataan modal pada PDAM, salah satunya yakni Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.05/2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Piutang yang bersumber dari penerusan pinjamgam luar negeri, rekeing dana investasi, dan rekening pembangunan daerah PDAM.

Peraturan perundang-undngan tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan yang menetapkan bahwa pemberian hibah daerah dalam bentuk non kas tahun anggaran 2016 kepada Pemkot Denpasar Rp 73 miliar lebih. Sementara Perda Kota Denpasar Nomor 5 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal Daerah pada PDAM, menetapkan penyertaan modal Rp 100 miliar.

Dengan adanya tambahan penyertaan modal Rp 73 miliar lebih, maka dirancang Perda tentang perubahan atas Perda Kota Denpasar tersebut dengan penyertaan modal diracang Rp 173 miliar lebih. “Kami mengharapkan koreksi yang konstruktif dalam pembahasan nanti, sehingga apa yang kita rumuskan akan memberikan hasil yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Kota Denpasar yang kita cintai,” ujarnya dalam bahasa Bali halus. (BTN/kmb)

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana