Badung akan Proteksi Pertanian dari Hulu Sampai Hilir

Badung akan Proteksi Pertanian dari Hulu Sampai Hilir

Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk menyelaraskan pertumbuhan sektor pertanian dengan sektor pariwisata terus digaungkan. Mengingat selama lima tahun terakhir, pertumbuhan sektor pertanian dengan pariwisata di Kabupaten keris itu belum sejalan. Banyaknya alih fungsi lahan, bukti sektor pertanian belum menjanjikan. Atas kondisi itu, Kamis kemarin digelar Talk Show ‘’Pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana’’ dengan tema

Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk menyelaraskan pertumbuhan sektor pertanian dengan sektor pariwisata terus digaungkan. Mengingat selama lima tahun terakhir, pertumbuhan sektor pertanian dengan pariwisata di Kabupaten keris itu belum sejalan. Banyaknya alih fungsi lahan, bukti sektor pertanian belum menjanjikan. Atas kondisi itu, Kamis kemarin digelar Talk Show ‘’Pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana’’ dengan tema “Bangga Jadi Petani”.

Pada acara yang digagas Pemkab Badung bekerjasama dengan Kelompok Media Bali Post (KMB), Bupati Badung Giri Porasta tampil sebagai Keynote Speaker. Pembicara lainnya adalah Wakil Dekan I FP Unud, Dr. Ir. Ketut Suamba, I Gede Adnyana (penangkaran benih padi) dan I Nyoman Sudarta (petani Aaparagus). Hadir pula Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPRD Badung, Kapala SKPD dan Pekaseh/ Kelian Subak se-Kabupaten Badung.

Badung akan Proteksi Pertanian dari Hulu Sampai Hilir_e_1Badung akan Proteksi Pertanian dari Hulu Sampai Hilir_e_2

ket foto : Giri Prasta (kiri) dan Ketut Suamba

Bupati Giri Prasta menyatakan mempunyai lima skala prioritas untuk mensejahterakan masyarakatnya. Pertama adalah sandang, papan dan pangan, kedua kesehatan dan pendidikan, ketiga adat, agama, kesenian dan budaya, keempat jaminan sosial dan tenaga kerja, dan yang kelima adalah dibidang pariwisata. Khusus di bidang pertanian, Badung telah berkomitmen untuk menjadikan masyarakat Badung bangga menjadi petani. Komitmen tersebut akan diproteksi dari hulu, tengah hingga hilir.

Untuk merealisaikan komitmen tersebut, lanjut Giri Prasta, akan menganggarkan APBD khusus di bidang sektor pertanian. Disamping itu juga membuat regulasi dan format yang tepat. Harapnnya, regulasi anggaran bisa berjalan sesuai dengan ketentuan dan bisa bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan para petani di Kabupaten Badung. Terkait dengan pemasaran, ke depan, pihaknya akan mengembangkan Badung Smart City di sektor pertanian.

Sehingga, dinas terkait (pertanian-red) akan mempunyai aplikasi untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil produk pertanian para petani. Selain itu, pihaknya juga sedang mencari jalan agar hasil pertanian terserap pasar khsusunya sektor pariwisata dengan harga yang layak. “Yang jelas kami akan kolaborasikan antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Di sana kita kan berfikir tentang pertanian kontemporer, sehingga petani nantinya akan mendapatkan hasil pertaniannya yang berkualitas dan tempat pertanian akan kami jadikan ekowisata berbasis lingkungan. Sehingga ada dua pendapatan yang didapatkan oleh petani.. Itulah yang kami sebut dengan Agro Tourism Technopact (ATT). Dan tidak sampai melupakan apa yang menjadi estetika dan budaya pariwisata Bali kita,”katanya.

READ  Delegasi ICNT Bahas Isu Perubahan Lingkungan

Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unud, Dr. Ir. Ketut Suamba, menilai untuk menjadikan sektor pertanian sejalan dengan sektor pariwisata, regulasi di bidang output (manajemen) dari pihak pemerintah sangat diharapkan. Sebab, manajemen sangat berperan penting untuk memajukan pertanian ke depannya utamanya mendapatkan outcome yang maksimal. Pihaknya mengakui, regulasi tersebut sudah dilakukan oleh Pemkab Badung, tetapi belum dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, pengetahuan terhadap pertanian, seperti kesuburan tanah, pemilihan bibit unggul, iklim dan teknologi juga sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil pertanian. Sebagai akademisi, pihaknya akan terus mengupayakan melalui kajian-kajian dan penelitian terhadap permasalahan yang dihadapi petani selama ini.(BTN/kmb). Foto: ist



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana