Klungkung Harus Genjot Nusa Penida

Klungkung Harus Genjot Nusa Penida

Klungkung, kabupaten yang terbelah Selat Badung hanya memiliki luas 315 kilometer persegi. Jauh lebih kecil dari Bangli yang luasnya 520,8 km². Walaupun kecil tetapi potensinya sangat besar, kecuali sektor pertanian. Sebab, Klungkung banyak memiliki sentra kerajinan. Di antaranya endek, emas, bahkan kabupaten serombotan itu kini dikenal dengan sentra kerajian pis bolong. Pariwisata juga tak kalah menariknya.

Klungkung, kabupaten yang terbelah Selat Badung hanya memiliki luas 315 kilometer persegi. Jauh lebih kecil dari Bangli yang luasnya 520,8 km². Walaupun kecil tetapi potensinya sangat besar, kecuali sektor pertanian. Sebab, Klungkung banyak memiliki sentra kerajinan. Di antaranya endek, emas, bahkan kabupaten serombotan itu kini dikenal dengan sentra kerajian pis bolong. Pariwisata juga tak kalah menariknya. Nusa Penida adalah andalan sektor pariwisata. Namun belum berkembang sepesat Gianyar, tetangganya.

Pajak hotel dan restoran merupakan penyumbang terbesar PAD Klungkung.  Bahkan 70 persen berasal dari pelaku pariwisata di Kecamatan Nusa Penida.  Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat masih minim. Dampaknya tentu lambannya jalan roda pembangunan. Karena itulah Bupati I Nyoman Suwirta tak henti-hentinya meminta SKPD agar sering turun ke lapangan supaya bisa menentukan skala prioritas. Sebab, tidak ada cara lain bagi  Pemkab Klungkung kecuali menaikkan pemasukan dari PAD untuk menggenjot pembangunannya. Banyak pembangunan yang harus dituntaskan untuk kesejahteraan masyarakat. Di antaranya program pengentasan kemiskinan, buta aksara, penataan Pasar Kusamba dan Pasar Seni Klungkung, serta Goa Jepang.

Selain itu, Klungkung harus mempercepat pembangunan pelabuhan. Sebab itulah satu-satunya cara untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat di Nusa Penida. Menurut Ir. I Ketut Sudiarta, M.Si., keberadaan tiga pelabuhan sangat penting untuk menekan biaya penyeberangan penumpang termasuk wisatawan dan barang dari Klungkung daratan ke Nusa Penida dan sebaliknya. Selama ini biaya angkut menjadi masalah utama penyeberangan ke Nusa Penida, terutama barang-barang konstruksi untuk proyek  pembangunan. ‘’Akibatnya sering terjadi gagal tender. Rumah Sakit Pratama saja sempat dua kali gagal,’’ ujar dosen tetap Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Denpasar ini.

READ  Kadal Mirip Ular Gegerkan Warga Batuan Kaler

Dr. I Ketut Wenten Aryawan, S.H., M.H. sependapat dengan hal tersebut.  Dosen Politeknik Negeri Bali ini yakin perekonomian masyarakat Nusa Penida dan arus wisatawan akan lebih lancar lagi bila proyek jalan lingkar Nusa Penida dan jembatan permanen (bisa dilalui kendaraan) yang menghubungkan Lembongan dan Ceningan juga menjadi kenyataan. ‘’Selama ini kendala utama di Nusa Penida adalah transportasi baik di darat terutama di wilayah selatan maupun laut. Warga di sini juga kekurangan pasokan listrik, air minum serta akses pendidikan dan kesehatan,’’ jelasnya.

Keduanya mengharapkan pengembangan pariwisata di Nusa Penida yang kini mendapat perhatian dari sembilan kementerian berjalan seimbang. Meski sebagian besar petani sudah beralih ke pariwisata, pertanian tidak boleh diabaikan. Begitu juga wisata bahari yang menjadi keunggulan wilayah ini mesti tetap lestari. Pengawasan di Kawasan Konservasi Perairan (KKP)  harus diperketat agar ikan mola-mola, ikan parimanta, terumbu karang dan kekayaan bawah laut lainnya tetap aman.

Sementara itu, data Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Klungkung menyebutkan target PAD 2017 menjadi Rp 21,7 miliar. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun 2015 dan 2016 (tabel).   PAD dipungut dari delapan objek, yaitu hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah dan sarang burung walet.

Untuk menarik kunjungan wisatawan, Pemkab Klungkung mengadakan sederet kegiatan tahun ini seperti Festival Semarapura, Festival Nusa Penida, Festival Layang-layang dan City Tour. Tetapi upaya ini sepertinya belum mendatangkan hasil seperti yang diharapkan. Program Wisata Kota Semarapura belum berjalan maksimal akibat kurangnya promosi dan belum lengkapnya fasilitas.

Program terbesar yang mesti direalisasikan Bupati Suwirta adalah pelabuhan segi tiga emas yang meliputi Gunaksa di Klungkung daratan,  Mentigi dan Ceningan di Nusa Penida. Ketiga pelabuhan ini diproyeksikan untuk berlabuhnya Kapal Nusa Jaya Abadi guna meningkatan penyeberangan dari Klungkung daratan ke Nusa Penida dan sebaliknya. Selama ini kapal roro yang bersandar di Pelabuhan Padangbai (Karangasem) dan Mentigi itu cuma berlayar satu trip sehari, meski sudah ditambah menjadi dua trip mulai 7 Desember lalu. (mw)

READ  ''Harris Hotel & Residences Sunset Road Bali'' Lepas 400 Ekor Tukik

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana