Wanagiri, Desa Wisata Baru di Buleleng

Wanagiri, Desa Wisata Baru di Buleleng

Pariwisata di Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada sejak setahun lalu mulai berkembang. Jumlah kunjungan pada objek yang ada, salah satunya di Wanagiri Hidden Hill cukup ramai, terlebih saat hari libur. Supaya menjadi destinasi berkelanjutan, penataan masih perlu dilakukan, terutama pada taman. Mengingat kemampuan desa belum mendukung, Pemkab Buleleng diharapkan bisa membantu. Pengelola Wanagiri Hidden Hill I

Pariwisata di Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada sejak setahun lalu mulai berkembang. Jumlah kunjungan pada objek yang ada, salah satunya di Wanagiri Hidden Hill cukup ramai, terlebih saat hari libur. Supaya menjadi destinasi berkelanjutan, penataan masih perlu dilakukan, terutama pada taman. Mengingat kemampuan desa belum mendukung, Pemkab Buleleng diharapkan bisa membantu.

Pengelola Wanagiri Hidden Hill I Ketut Kartika Yasa, Minggu (1/1) kemarin menuturkan, sejak setahun lalu wisatawan yang berkunjung ke objek yang menawarkan panorama alam pegunungan ini sudah cukup ramai. Hal tersebut tak hanya menjadi angin segar untuk desa adat selaku pengelola, namun juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. ‘’Yang berkunjung ke sini cukup banyak, apalagi hari libur. Masyarakat cukup terbantu. Yang dulunya belum punya penghasilan, jadi bisa berdagang,’’ ujarnya.

Pengunjung di objek wisata yang menawarkan anjungan berupa kapal laut menjulur ke Danau Buyan ini tidak hanya berasal dari masyarakat Buleleng, tetapi juga dari kabupaten lain di Bali dan sejumlah daerah di Jawa serta wisatawan asing. Saat hari libur, kunjungan bisa mencapai 300 orang. ‘’Yang menjadi daya tarik tak hanya keindahan alam, tapi mereka juga ada yang datang ke sini sengaja untuk berfoto,’’ ucap Kartika.

Di balik realita itu, pria yang juga mahir dalam dunia fotografi ini mengatakan, objek tersebut masih perlu penataan lebih lanjut, salah satunya dalam bidang pertamanan. Mengingat dana yang dimiliki desa belum mendukung, pemerintah pun diharapkan bisa memberikan bantuan, salah satunya bibit bunga hias. ‘’Taman perlu diisi. Itu untuk memberikan kesan indah. Tidak hanya pada objek, tetapi sepanjang jalan. Kalau bisa pemerintah bisa memberikan bantuan bibit. Tempat sampah juga belum ada,’’ harapnya. (kmb)

READ  Maksimalkan Potensi PAD, Dewan Minta Pos Pungut Kintamani Buka Lebih Awal


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana