“Ngelawar” Yuk

“Ngelawar” Yuk

Tradisi ngelawar (membuat lawar) tidak bisa terlepas dari adat dan budaya Bali yang mesti dilestarikan. Ngelawar tak hanya sekedar membuat olahan bumbu dan campuran daging, namun ada nilai kebersamaan. Karena itu, SMK PGRI 3 Denpasar menggelar lomba seni dan budaya serangakaian  HUT ke- 17 SMK PGR 3 Denpasar, Jumat (20/1). Kegiatan lomba ini untuk mengajegkan

Tradisi ngelawar (membuat lawar) tidak bisa terlepas dari adat dan budaya Bali yang mesti dilestarikan. Ngelawar tak hanya sekedar membuat olahan bumbu dan campuran daging, namun ada nilai kebersamaan. Karena itu, SMK PGRI 3 Denpasar menggelar lomba seni dan budaya serangakaian  HUT ke- 17 SMK PGR 3 Denpasar, Jumat (20/1). Kegiatan lomba ini untuk mengajegkan seni dan budaya Bali.

Ajang seni budaya itu menjadi lebih unik, sebab Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra juga ikut dalam kegiatan ngelawar bersama para siswa. Suasana tampak lebih akrab, ketika Walikot Rai Mantra bercengkrama bersama siswa. “Budaya ngelawar jangan sampai menjadi beban masyarakat dan jangan dilupakan. Sebab ada nilai manfaatnya, yakni kebersamaan, melatih diri untuk bekerja team work serta membentuk jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan,” katanya.

Selain ngelawar, juga digelar lomba upakara dengan membuat pejati, mesatua Bali dan mekidung. Khusus lomba mesatua dan mekidung ini menjadi program rutin untuk mendukung Pemerintah Kota Denpasar yang telah mencanangkan berbahasa Bali setiap hari rabu, Purnama dan Tilem. Lomba ini juga untuk mengajegkan seni dan budaya Bali. “Kita tidak boleh lepas dari pimpinan daerah. Walikota juga tokoh masyarakat  di Banjar Bengkel dan Kedaton serta penglisir griya,” kata Kepala SMK PGR 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana,M.M. (BTN/bud)

READ  Mengunjungi Dusun Malet Kuta Mesir, Sentra Produksi Suvenir

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana