Puri Agung Tegaltamu, Destinasi Budaya di Gianyar

Puri Agung Tegaltamu, Destinasi Budaya di Gianyar

Masih ingat dengan Desa Batubulan? Desa yang berada di wilayah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ini tak hanya terkenal sebagai tempat pertunjukan kesenian barong, perajin seni pahat dan seni batik. Desa yang tengah berkemas menjadi desa wisata ini juga terkenal dengan kawasan wisata puri. Yaitu Puri Tegaltamu yang kini menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawa.

Masih ingat dengan Desa Batubulan? Desa yang berada di wilayah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ini tak hanya terkenal sebagai tempat pertunjukan kesenian barong, perajin seni pahat dan seni batik. Desa yang tengah berkemas menjadi desa wisata ini juga terkenal dengan kawasan wisata puri. Yaitu Puri Tegaltamu yang kini menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawa. Puri ini masih lestari yang memiliki warisan leluhur yang asri.

Puri Agung Tegaltamu sangat strategis dan dekat dengan destinasi lainnya, sehingga dengan mudah bisda dijangkau. Terletak di Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan atau sekitar 10 menit dari Pasar Sukawati, 30 meit dari Ubud dan Denpasar serta sekitar 1,5 jam dari Bandara Ngurah Rai Tuban. Berwisata ke sana, eksistensi puri tampak dengan jelas karena masih ada keberlanjutan kebudayanya.

Puri Agung Tegaltamu merupakan salah satu puri yang masih menjadi keturunan Raja Badung 1, Kyai Anglurah Putu Agung Tegeh Kori yang berkuasa di daerah Tegal Badung. Ketika terjadi perang saudara di Puri Tegeh Agung (sekarang Gria Jro Agung Tegal, Banjar Tegal, Badung), Kyai Anglurah Putu Agung Tegeh Kori mengungsi ke daerah Gianyar yang ditemani 125 pengikut setia. Di lokasi baru itu dia membangun puri yang diberi nama Puri Tegaltamu.

Nama Tegaltamu dipakai untuk menunjukkan identitas bahwa mereka adalah tamu dari Banjar Tegal yang mengungsi ke Gianyar. Nama itu adalah sejarah asal-usul para pendirinya yaitu tamu dari Tegal Badung. Pekerjaan para pengungsi Tegaltamu adalah berdagang. “Sebagai warga pengungsi, mereka tidak memiliki tanah untuk bercocok tanam, sehingga pekerjaan yang bisa dilakukan hanya menjadi pedagang barang kesenian,” cerita I Gusti Ngurah Pertu Agung, keturunan Puri Tegaltamu.

READ  Mengembalikan Hasil Kerja Keras Karyawan, Pacto Gelar ‘’Family Gathering 2017’’

Seiring dengan berkembangnya pariwisata Bali, sejak 1998 Puri Tegaltamu juga dibuka secara baik sebagai sebuah destinasi wisata berbasis budaya. Walaupun, sesungguhnya Puri Agung Tegaltamu sudah menjadi tujuan wisata sejak tahun 1970-an. Wisatawan dari berbagai negara itu belajar tentang budaya Bali, seperti menari, menabuh, majejahitan da matembang. “Bule yang banyak belajar menari, sastra dan membuat patung,” ucap alumnus ISI Denpasar Jurusan Seni Tari ini.

Gung Pertu, sapaan akrabnya mengatakan, para wisatawan itu mengenal Puri Tegaltamu sebagai pusat seni budaya dari beberapa buku. Banyak dari mereka yang mengatakan, buku-buku yang sudah ada sejak tahun 1920-an itu menulis tentang keunikan Bali. Tak hanya budaya yang rohnya ada pada Agama Hindu , tetapi juga alam Pulau Dewata yang eksotik. Salah satunya, I Gusti Ngurah Tegaltamu sebagai Penari Baris kesohor, serta karya seni barong dan tapel yang menumental seantero jagat Bali.

Kini, Puri Agung Tegaltamu yang tetap melastarikan seni dan budaya Bali menjadi destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan asing. Mereka ingin mengenal dan belajar kesenian Bali. “Kami membuka Sanggar Seni Kori Agung mulai 1997 sebagai wadah untuk melakukan aktivitas seni seperti tari, tabuh, suara, sastra dan seni ukir patung. Kami tetap mempertahankan still seni topeng dan barong Puri Agung Tegaltamuyang yang tergabung dalam GOAK Tegaltamu. Goak ini sudah membina anak-anak baik lokal maupun internasional,” terangnya.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap wisatawan, pihak Puri Agung Tegaltamu membuat paket-paket wisata. Diantaranya ; tea time sebuah acara minum teh sambil belajar menari dan mengenal busana Bali secara instan dengan durasi 2 jam, game budaya sebuah aktivitas bermain dengan berbasis budaya. Misalnya melakukan lomba mejejahitan dan menulis aksara Bali pada lontar serta memakai pakaian adat dan pakaian tari Bali dengan benar.

READ  Pesona Budaya Mertasari Ajang Kreatifitas Seni dan Budaya

Ada pula paket makan siang dan makan malam dengan menu Bali atau internasional yang disajikan dengan gaya Bali. “Puri Agung Tegaltamu menyajikan suguhan wisata dengan akar budaya yang sangat kental. Wisatawan dapat melihat tatanan bangunan Bali. Semua itu dijelasankan dengan baik oleh salah satu tokoh puri yang selalu menyajikan informasi tentang budaya Bali yang benar,” imbuh Dosen IHDN Denpasar ini kalem. (BTN/bud)

3 comments


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

3 Comments

  • Harsa
    January 2, 2018, 6:43 PM

    Berapa harga paket wisata di puri agung tegaltamu?

    REPLY
    • aninekaprihadi@Harsa
      January 4, 2018, 8:31 AM

      untuk itu bapak bisa langsung telp 0361 947873..trimakasih

      REPLY
    • aninekaprihadi@Harsa
      January 4, 2018, 2:20 PM

      dear bp harsa…klau datang sendiri gratis pak…klau misalnya ngajak tamu donasi sukarela dan itupun kalau ada event,,klau tidak gratiss

      REPLY
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana