Kembali Diubah, Arus Lalin di Bakung Sari dan Kartika Plaza

Kembali Diubah, Arus Lalin di Bakung Sari dan Kartika Plaza

Setelah dua minggu dilaksanakan uji coba perubahan arus lalu lintas (lalin) di Kuta, Selasa (14/2), arus lalin di kawasan Jalan Bakung Sari dikembalikan seperti semula. Arah lalin sebelumnya yang dari Jalan Kartika Plaza ke arah timur menuju Jalan Bakung Sari, kini dikembalikan dari arah timur ke barat. Sedangkan Jalan Kartika Plaza yang sebelumnya hanya satu

Setelah dua minggu dilaksanakan uji coba perubahan arus lalu lintas (lalin) di Kuta, Selasa (14/2), arus lalin di kawasan Jalan Bakung Sari dikembalikan seperti semula. Arah lalin sebelumnya yang dari Jalan Kartika Plaza ke arah timur menuju Jalan Bakung Sari, kini dikembalikan dari arah timur ke barat. Sedangkan Jalan Kartika Plaza yang sebelumnya hanya satu arah dari arah Bandara, kini dikembalikan dari arah utara menuju ke arah Bandara.

Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Tofan Priyanto, ATD., MT., kesepakatan ini diambil setelah sebelumnya dilakukan rapat internal antara Dinas Perhubungan dan instansi terkait, kepolisian, pihak kecamatan dan kelurahan yang digelar di Kantor Camat Kuta Selatan. Untuk menunjang perubahan lalin tersebut, saat ini sudah disiapkan sarana penunjang seperti rambu-rambu portable untuk petunjuk arah, supaya masyarakat tidak bingung.

Untuk memperlancar lalin di Jalan Bakung Sari, parkir di pinggir jalan mulai ditertibkan. Pantauan di lapangan, petugas dari Dinas Perhubungan Badung mulai memasang rambu dan tali untuk mengatur parkir sepeda motor. Perubahan ini akan efektif dilaksanakan, Rabu (15/2) hari ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Kuta banyak yang mengeluhkan perubahan arus lalin tersebut, karena dinilai tidak mengurangi kemacetan. Namun, malah memindahkan titik kemacetan. Seperti yang terjadi di simpang Temacun dan sejumlah titik lain.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, saat meninjau perubahan arus lalin beberapa waktu lalu sempat mengatakan akan melakukan pelebaran di simpang Temacun. Selain itu, wacana terkait pembuatan shortcut berupa pembangunan jalan di atas aliran Tukad Mati akan dilanjutkan.

Terkait hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung mengaku masih menunggu proses pembebasan lahan di Simpang Temacun. “Kita masih menunggu. Kalau itu sudah selesai, kita siap eksekusi. Jika sampai tanggal 28 juga belum selesai, kita belum bisa kerjakan karena menyangkut kepemilikan,” ujar Kadis PUPR Ida Bagus Surya Suamba saat ditemui beberapa waktu lalu.

READ  Seni Pertunjukan Mesti Berbasis Kearifan Lokal

Pelebaran simpang Temacun diakuinya memang tidak bisa menyelesaikan permasalahan kroditnya lalin di sana, karena kendaraan tetap harus mengantre ketika hendak masuk ke Jalan Blambangan dari arah Jalan Raya Kuta.

Untuk jalan di atas Tukad Mati, nantinya akan dibangun sepanjang 300 meter dengan lebar tujuh meter dan berlaku dua arah. Ini dibangun mulai dari jembatan dekat Money Changer Central Kuta, hingga jembatan Lapangan Samudra. Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Bali-Penida untuk mempercepat penggarapan jalan tersebut. “Nanti harus dikoordinasikan ke Balai Sungai. Mungkin Badung yang mengerjakan dengan kisaran dana Rp 60 miliar,” jelasnya. (kmb)

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Duuran Gemilang – United Colour of Pottery

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana