Pelaksanaan Hari Peduli Sampah Tahun 2017 di Badung Empat Bulan, 5.000 Ton Sampah Pantai Tertangani

Pelaksanaan Hari Peduli Sampah Tahun 2017 di Badung Empat Bulan, 5.000 Ton Sampah Pantai Tertangani

Pelaksanaan Hari Peduli Sampah Tahun 2017 di Kabupaten Badung dirayakan tanpa seremonial, namun langsung diadakan pembersihan terhadap empat pantai yang ada di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. Yaitu start di Pantai Kedonganan, Kelan, Jimbaran sampai dengan Pantai Muaya, Rabu (15/2) . Pada hari tersebut, 70 ton sampah pantai berupa plastik dan rumput laut terangkut dengan

Pelaksanaan Hari Peduli Sampah Tahun 2017 di Kabupaten Badung dirayakan tanpa seremonial, namun langsung diadakan pembersihan terhadap empat pantai yang ada di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan. Yaitu start di Pantai Kedonganan, Kelan, Jimbaran sampai dengan Pantai Muaya, Rabu (15/2) . Pada hari tersebut, 70 ton sampah pantai berupa plastik dan rumput laut terangkut dengan mengerahkan dua wheel loader, sepuluh truk pengangkut dan 700 personel dari empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di antaranya UPT Abiansemal, Mengwi, Kuta Utara dan Kuta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan secara langsung memimpin kegiatan serangkaian Hari Peduli Sampah itu dengan seluruh perangkat DLHK sejak pukul 07.00 hingga 10.00 Wita. Di samping pembersihan empat pantai tersebut, DLHK juga melaksanakan pembersihan rutin Pantai Kuta, Legian, Seminyak dan Petitenget yang saat ini sampah pantainya sudah mulai berkurang.

Eka merthawan menyatakan, fenomena munculnya sampah rumput laut itu pertanda arus dasar laut keras, sehingga Tim DLHK harus berjibaku kembali untuk mengatasi fenomena sampah rumput laut. ‘’Sebagai tindak lanjut akan kami cek ke tengah laut dalam beberapa hari nanti bekerja sama dengan kelompok nelayan Kedonganan. Sekaligus kami akan adakan simulasi pengurangan sampah di tengah laut agar sampah lebih sedikit ke pantai,’’ ujar Merthawan.

Merthawan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan semua komponen, baik hotel, restoran, pedagang pantai, bendesa adat dan juga kelompok nelayan yang telah berpartisipasi selama empat bulan menangani sampah laut ini. ‘’Harapan kami, mudah-mudahan fenomena ini segera berakhir dan cuaca semakin membaik,’’ ucapnya. (kmb)

READ  Jepang Ingin Bali Lebih Menjaga Budaya dan Lingkungannya


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana