Pameran Ratusan Keris Nusantara di Puri Anom Tabanan

Pameran Ratusan Keris Nusantara di Puri Anom Tabanan

Unik dan menginspirasi. Pameran Keris Nusantara di Puri Anom Tabanan tak hanya menarik, tetapi menggugah pengunjung untuk mengenal dan melestarikannya. Bagaimana tidak, ratusan bilah keris yang diperkenalkan kepada khalayak ramai itu memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. “Keris merupakan harta turun temurun yang tak ternilai harganya,” kata Ketua Forum Pelestari Budaya Tabanan A.A. Ngurah Panji

Unik dan menginspirasi. Pameran Keris Nusantara di Puri Anom Tabanan tak hanya menarik, tetapi menggugah pengunjung untuk mengenal dan melestarikannya. Bagaimana tidak, ratusan bilah keris yang diperkenalkan kepada khalayak ramai itu memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. “Keris merupakan harta turun temurun yang tak ternilai harganya,” kata Ketua Forum Pelestari Budaya Tabanan A.A. Ngurah Panji Astika, selaku penyelenggara.

Pameran berlangsung selama lima hari (10-14 Pebruari 2017) itu menyajikan ratusan keris dari berbagai daerah di Nusantara. Diantaranya berasal dari Bali (pajenengan Puri Anom Tabanan, Puri Kerambitan dan Puri Tabanan), Lombok, Madura, Malang, Surabaya, Singasari, Surakarta dan Jawa Tengah. “Pameran  dengan tema Petinget Tumpek Landep bertujuan untuk melestarikan salah satu peninggalan budaya bangsa yang  adiluhung,” ucap Ngurah Panji.

Selama ini, keris diidentikan secara luas di Indonesia sebagai sebuah benda yang bersifat mistik, dekat dengan dunia perdukunan dan klenik. Hal itu membuat generasi muda merasa malu dan takut mengenal dunia perkerisan. Padalah keris pada jaman dulu adalah perlengkapan wajib bagi seorang pria dan menunjukan status serta prestise seseorang. Keris juga merupakan ciri khas bangsa Indonesia, karena tidak dapat ditemukan dan ditiru oleh bangsa lain di dunia.

Keris menjadi sebuah teknologi mutahir yang dibungkus dengan kekayaan seni budaya bangsa Indonesia, sehingga menjadi salah satu ciri khas bangsa yang membanggakan. “Teknologi metalurgi sudah dikenal oleh bangsa Indonesia ribuan tahun yang lalu. Kemudian dipakai untuk membuat keris dibalut cita rasa yang tinggi yang melekat pada setiap daerah di Indonesia,” jelas Ngurah Panji.

Pada acara penutupan pameran, Wakil Bupati (Wabup) Tabanan Komang Gede Sanjaya menerima Keris Naga Kemanten Tangguh Mojopahit dari Penglingsir Puri Anom Tabanan I Gusti Ngurah Raka Wiratma. Wabup Sanjaya kemudian diberi kesempatan menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta. Diantaranya I Gusti Ngurah Gde Mulyawan dari Puri Agung Kerambitan dan pendukung pameran dari Komunitas Setyaki 9 Denpasar.

READ  Semarak, Festival Seni Budaya ke-10 di Taman Ayun

Keris merupakan peninggalan budaya adi uhung bangsa Indonesia. Disana ada teknik metalogi yang tinggi, serasa seni budaya, ketekunan, ditambah filsafat-filsafat yang tinggi, sehingga sebagai sebuah masterface mahakarya. Maka tak salah UNESCO memberikan penghargaan khusus pada keris. “Kegiatan pameran ini sebagai salah satu implementasi dari visi Pemerintah Tabanan yaitu mengwujudkan Tabanan Serasi dalam bidang adat agama dan budaya,” ucap Sanjaya.

Di era kekininan, je;as Wabup Sanjaya, jangan sampai keris sirna. Sebagai orang tua dan para pelestari budaya tidak pernah henti-hentinya menggaungkan kembali makna dan  esensi daripada keris itu. “Kami di Pemerintah kabupaten Tabanan sangat mensuport kegiatan Pameran Budaya dan Bursa Keris Nusantara ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi agenda tahunan,“ pungkas Sanjaya. (BTN/bud)

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana