13.000 Lontar di Museum Leiden Belanda, Karangasem Jajaki Pemulangannya

13.000 Lontar di Museum Leiden Belanda, Karangasem Jajaki Pemulangannya

Kabupaten Karangasem tak hanya kaya seni budaya, Bumi Tanah Aron juga memiliki banyak karya sastra. Malah karya adiluhung itu dalam bentuk lontar. Sayangnya, sebagian besar lontar diduga dalam kondisi tak terawatt. Malah  disayangkan sebagian besar  tercecer di sejumlah negara Eropa terutama Belanda.  Bagaimana sikap Dinas Kebudayaan Karangasem dengan banyak peninggalan lontar itu tersimpan di negeri

Kabupaten Karangasem tak hanya kaya seni budaya, Bumi Tanah Aron juga memiliki banyak karya sastra. Malah karya adiluhung itu dalam bentuk lontar. Sayangnya, sebagian besar lontar diduga dalam kondisi tak terawatt. Malah  disayangkan sebagian besar  tercecer di sejumlah negara Eropa terutama Belanda.  Bagaimana sikap Dinas Kebudayaan Karangasem dengan banyak peninggalan lontar itu tersimpan di negeri Kincir Angin?

Untuk menjaga taksu karya-karya sastra tersebut, Dinas Kebudayaan Karangasem ini sedang melakukan inventarisasi termasuk menjajaki pemulangan ribuan lontar dari Negeri Belanda. Plt. Kadis Kebudayaaan, I Putu Arnawa, Jumat (17/3, mengatakan, saat ini setidaknya ada 13.000 cakep lontar dari Karangasem tersimpan di Museum Leiden Belanda. Sama dengan nasib sejumlah karya seni lainnya. Ribuan lontar tersebut diyakini berpindah kepemilikan ketika zaman kolonial. Jenisnya beragam mulai dari lontar yang memuat cerita babad, tatwa, usada hingga lontar lontar kadiatmikan. Bahkan, ada juga lontar ilmu pangeleakan.

13.000 Lontar di Museum Leiden Belanda

Sejauh ini, Pemkab Karangasem sudah menjalin komunikasi dengan Leiden University. Karena itu,  komunikasi itu diharapkan bisa menjembatani rencana pemulangan tersebut. Untuk membuktikan keseriusan Pemkab Karangasem akan melakukan penjajakan lebih lanjut. Rencana itu akan dilakukan Bupati IGA Mas Sumatri. Pihak Leiden University, kata Arnawa, memberikan sinyal positif. Hanya, mereka memberikan beberapa persyaratan. Yang paling ditekankan menyangkut perawatan lontar-lontar itu nantinya. ‘’Mereka ingin mendapat kepastian bahwa lontar bisa dirawat dengan baik. Penyimpanannya harus baik karena lontar sangat rentan terhadap kelembapan,’’ ungkapnya.

Arnawa menyatakan Pemkab Karangasem sangat serius dengan rencana tersebut. Untuk memastikan lontar-lontar itu nantinya terawat dengan baik, akan dibuatkan tempat khusus di Lapangan Candra Bhuana Amlapura. Pemkab sudah menyiapkan lahan seluas lima puluh meter kali 20 meter untuk  pembangunan museum lontar itu. Pembangunan museum lontar itu menjadi satu paket dengan program Kota Pusaka. Bangunan itu  mendapat pendanaan dari pemerintah pusat. ‘’Saat ini, penataan Lapangan Candra Bhuana masih berproses. Museum lontarnya akan kita bangun di bekas lapangan basketnya,’’ jelasnya.

READ  Kemacetan Makin Parah, Warga Desak ‘’Shortcut’’ Mertasari Segera Direalisasikan

Selain lontar yang tersebar di beberapa negara di Eropa, Dinas Kebudayaan kini juga sedang mendata lontar-lontar yang disimpan secara pribadi di  masyarakat. Diperkirakan jumlahnya mencapai ribuan dengan kondisi beragam. Untuk lontar yang kondisinya rusak, Dinas Kebudayaan berencana menduplikasi dalam bentuk  sama. (kmb)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana