Anda Mengira Semua Menu Masakan di Hotel Mewah di Bali, 100% bahan Impor?

Anda Mengira Semua Menu Masakan di Hotel Mewah di Bali, 100% bahan Impor?

Indonesian Chef Association (ICA) kini 60 persen menggunakan produk (bahan baku) lokal dalam setiap masakannya, baik di restoran maupun hotel. Sisanya 40 persen produk impor. Misalnya pada bahan baku daging, ICA telah menggunakan daging lokal. Khususnya di Bali, telah ada perusahaan yang melakukan aging process. Yaitu proses pelunakan atau pelemasan otot daging untuk menghasilkan daging

Indonesian Chef Association (ICA) kini 60 persen menggunakan produk (bahan baku) lokal dalam setiap masakannya, baik di restoran maupun hotel. Sisanya 40 persen produk impor. Misalnya pada bahan baku daging, ICA telah menggunakan daging lokal. Khususnya di Bali, telah ada perusahaan yang melakukan aging process.

Yaitu proses pelunakan atau pelemasan otot daging untuk menghasilkan daging yang lembut. Demikian disampaikan Ketua DPD ICA Bali yang baru, I Gede Putu Hendra Mahena, saat Musda DPD ICA Bali, Sabtu (19/3) di Paragon Hotel. ‘’Aging process itu daging lokal kita proses seperti daging impor,’’ ungkapnya.

Sejujurnya, produk impor lebih memudahkannya dalam memasak karena daging sudah empuk. Karena daging telah di-aging process. Sedangkan produk lokal, harus ada proses yang membutuhkan waktu lama, hampir dua minggu.

Program ini, dikatakan, sudah berjalan sejak tiga tahun lalu. Saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Tahun ini baru sekitar 25 persen chef yang memakai produk aging process. ‘’Jadi hemat biaya. Rasa tetap internasional. Meski masakan kita western, tapi bahanya lokal,’’ pungkasnya.

Hendra yang terpilih menjadi Ketua ICA untuk periode 2017-2022 mengaku akan memantapkan profesionalitas anggota. Mengingat kuliner salah satu faktor penunjang pariwisata Bali. Maka dari itu, ICA bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Bali untuk memajukan pariwisata. ‘’Kita ada program pembudidayaan ikan laut dan kita yang bikin resepnya,’’ ungkapnya.

ICA juga mendidik pengusaha-pengusaha kuliner lokal tentang masalah hygiene sanitasi dalam memasak, memberikan masukan cara pengolahan yang benar. Karena selama ini penduduk lokal belum memahami teknik memasak yang benar. (BTN/kmb)

READ  Bali Tuan Rumah “Aero Indonesia International Air Show 2018”

Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana