Bali Sasaran Strategis BPJS Ketenagakerjaan

Bali Sasaran Strategis BPJS Ketenagakerjaan

Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa) menggenjot kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi setiap pekerja juga perusahaan. Di Bali, potensi sektor usaha informal dengan menyertakan ribuan pekerja begitu banyak,” kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banuspa. Kuswahyudi pada acara Gathering melibatkan awak Media di Denpasar, Kamis (18/5). Potensi itu, lanjut Kuswahyudi diantaranya keberadaan lembaga–lembaga keuangan

Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa) menggenjot kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi setiap pekerja juga perusahaan. Di Bali, potensi sektor usaha informal dengan menyertakan ribuan pekerja begitu banyak,” kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banuspa. Kuswahyudi pada acara Gathering melibatkan awak Media di Denpasar, Kamis (18/5).

Potensi itu, lanjut Kuswahyudi diantaranya keberadaan lembaga–lembaga keuangan seperti Lembaga Perkreditan Desa (LPD), koperasi maupun sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Seluruh usaha itu diharapkan karyawan atau pekerjanya agar disertakan program BPJS Ketenagakerjaan.

Kuswahyudi juga menjelaskan soal pentingnya masyarakat khususnya pekerja bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sejak terjadi peralihan dari Jamsostek tahun 2014 lalu, BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4 program unggulan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Selain itu juga untuk peserta tidak hanya mengakomodir dari pekerja formal atau pekerja penerima upah (PU), tapi juga Informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Hingga bulan April Tahun 2017 telah melayani 1,27  juta tenaga kerja aktif dimana dari 1,27 juta tersebut sekitar 516,026 tenaga kerja aktif untuk sektor pekerja penerima upah (formal) dan sekitar 42,043 untuk sektor pekerja bukan penerima upah (informal).  Sedangkan tenaga kerja aktif proyek jasa konstruksi mencapai 713,95 tenaga kerja.

Menurutnya, di Bali sasaran-sasaran strategis khusus antara lain, sektor penunjang pariwisata (guide, money changer, angkutan wisata dan lainnya) koperasi dan lembaga perkreditan Desa. “Jasa Medis atau RS swasta, Pendidikan melalui PGRI dan pasar-pasar tradisional dan pasar seni untuk sektor BPU juga perlu,” terang Kuswayudi.

Sementara untuk diluar Bali terdiri dari Petani tembakau di Nusa Tenggara Barat, Pemandu Wisata, kelompok nelayan dan petani, Non ASN dan Perangkat Desa , paguyuban atau komunitas masyarakat. “Untuk meningkatkan kepesertaan dan iuran terutama di wilayah Propinsi Bali, BPJS ketenagakerjaan Kanwil Banuspa, menggandeng Kadin Provinsi Bali dengan harapan seluruh perusahaan yag belum menjadi peserta bisa taat regulasi dan mendaftarkan pekerjaanya menjadi peserta terutama di wilayah provinsi Bali” ungkap Kuswahyudi.

READ  Tukang Gali Kubur di Desa Bengkala, Turun-temurun Dilakukan Warga "Kolok"

Disamping itu, lanjut dia, juga penerapan low enforcement yang akan dimaksimalkan guna mengenjot pertumbuhan kepesertaan, maupun iuran yang akan dilaksanakan oleh petugas pemeriksa (wasrik) BPJS Ketenagakerjaan kepada perusahaan-perusahaan yang kurang patuh pada pelaksanaan perlindungan pekerjanya.

“Pada penegakan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa sudah melaksanakan MOU dengan Kejaksaan Negeri maupun KPKNL se wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua dimana perusahaan perusahaan yang tidak patuh tersebut akan dibuatkan pelaporannya,” katanya.

Diinformasikan bahwa Kantor Wilayah Banuspa terbagi menjadi 7 Kantor Cabang antara lain Kacab Bali Denpasar, Kacab Bali Gianyar, Kacab Mataram, Kacab Kupang Kacab Jayapura, Kacab Mimika, Kacab Sorong dan 19 Kantor Cabang Perintis yang semuanya tersebar dalam 5 Propinsi antara lain Propinsi Bali, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat.

Dalam hal pelayanan kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan kanwil Banuspa telah membayarkan jaminan sebanyak 18,117 peserta dengan total sebanyak 184,98 Miliar. “Pembayaran jaminan terbanyak adalah program Jaminan Hari Tua dengan total 16.847 kasus dimana 85% nya atau sebanyak 14,259 tenaga kerja melakukan pengajuan klaim JHT dikarenakan mengundurkan diri dari pekerjaannya “ bebernya.(BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana