Pokdarwis Desa Tista Dinilai Tim Provinsi

Pokdarwis Desa Tista Dinilai Tim Provinsi

Tim Penilai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat Provinsi Bali melaksanakan penilaian terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tista di Wantilan Desa Tista Kerambitan, Tabanan, Rabu (17/5). Seperti diketahui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tista telah terpilih untuk mewakili Kabupaten Tabanan ke tingkat provinsi. Ketua Pokdarwis Desa Tista I Nyoman Sangka menjelaskan Pokdarwis Desa Tista berdiri

Tim Penilai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat Provinsi Bali melaksanakan penilaian terhadap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tista di Wantilan Desa Tista Kerambitan, Tabanan, Rabu (17/5). Seperti diketahui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tista telah terpilih untuk mewakili Kabupaten Tabanan ke tingkat provinsi.

Ketua Pokdarwis Desa Tista I Nyoman Sangka menjelaskan Pokdarwis Desa Tista berdiri pada 16 April 2016 atas prakarsa mahasiswa KKN dari Universitas Udayana yang mengadakan penelitian tentang potensi pariwisata yang dimiliki Desa Tista. “Kelompok Sadar Desa Wisata Desa Tista sudah berdiri sejak 16 April 2016, pada saat itu kami sudah mengadakan soft launching dan sejalan dengan perkembangan kepariwisataan pada tanggal 16 September 2016 kepengurusan Pokdarwis Desa Tista diperkuat lagi berdasarkan SK Bupati nomor 180/274/03/HK&HAM/2016,” jelasnya.

Desa Tista memiliki beragam potensi di antaranya pariwisata, di mana terdapat Pura Tri Kahyangan yang terletak dan Pura Meraja Pati yang terletak di sebelah timur bale wantilan. Desa Tista juga memiliki beragam potensi lainnya, seperti seni budaya dan kuliner. “Di bidang kesenian dan budaya kami memiliki kesenian andir, calonarang, joged bumbung dan sekaa santhi. Kami juga memiliki potensi spiritual yaitu Pura Beji, Batu Gede dan yoga seruling dewata yang merupakan peninggalan asli Bali. Sementara itu, untuk wisata kuliner ada aneka ragam jajanan Bali, seperti apem, kaliadrem, donat ubi, bakso lele tista dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Made Sudarya mengatakan Kabupaten Tabanan saat ini memiliki 11 Kelompok Sadar Wisata dan 14 Desa Wisata, meskipun Pokdarwis Tista baru terbentuk namun potensi dan semangat masyarakat Desa Tista dalam mengembangkan kepariwisataan di desanya sudah dilaksanakan sebelum terbentuknya Pokdarwis Desa Tista. “Kita patut berbangga bahwa Desa Tista memiliki berbagai potensi pariwisata yang meliputi daya tarik wisata, alam, budaya, spiritual, dan kerajinan tangan yang unik dan menarik. Potensi inilah yang saat ini digarap oleh kelompok sadar wisata Desa Tista dalam mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.

READ  Akhirnya, "Magangsing" dan "Sampi Grumbungan" Ditampilkan pada TLF

Pihaknya menjelaskan Pokdarwis memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam meningkatkan peran dan posisi masyarakat sebagai pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan. “Pokdarwis juga berperan dalam memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di masing-masing daerah,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar pelaksanaan lomba ini dapat berjalan dengan lancar. “Mudah-mudahan segala persiapan yang telah dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata Desa Tista dalam menyambut lomba dapat membuahkan hasil, saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung Pokdarwis Desa Tista ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Tim Penilai Pokdarwis Provinsi Bali, Ayu Indrayani, yang juga merupakan Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Provinsi Bali mengatakan Kelompok Sadar Wisata merupakan suatu organisasi yang dibentuk di suatu destinasi wisata yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pariwisata di daerahnya serta diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan pariwisata. “Untuk mengaktifkan tugas dan fungsi kelompok sadar wisata dan peran sertanya dalam meningkatkan pembangunan pariwisata Bali maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk memotivasi ke arah itu. Salah satunya adalah melalui lomba Kelompok Sadar Wisata ini,” jelasnya.

Dikatakan salah satu tujuan lomba ini adalah agar kelompok sadar wisata dapat memahami serta mampu serta mampu mewujudkan konsep sadar wisata dan prinsip prinsip sapta pesona, menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk mencintai tanah airnya. “Selain itu lomba ini dimaksudkan untuk menguatkan kerukunan anggota kelompok dengan masyarakat melalui partisipasi dan kerja sama dalam menggerakkan pembangunan kepariwisaat khususnya di wilayah ini,” katanya.

Pihaknya menjelaskan ada beberapa aspek yang harus dipenuhi oleh Kelompok Sadar Wisata dalam lomba ini. “Aspek yang harus dipenuhi antara lain aspek administrasi, aspek fisik, aspek sumber daya manusia dan aspek kegiatan. Kepada Pokdarwis saya ucapkan selamat berlomba semoga lomba ini tidak hanya dimaknai untuk meraih juara/hadiah tapi juga menjadi motivasi untuk berkiprah dalam pembangunan pariwisata di daerah, yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” imbuhnya. (BTN/kmb)

READ  Festival ke Uma, Anak-anak Asyik Bermain Tradisional


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana