Air Danau Buyan Mulai Surut

Air Danau Buyan Mulai Surut

Air Danau Buyan, Desa Pancasari Kecamatan Sukasada yang merendam lahan pertanian di Dusun Buyan dan Dasong sudah mulai surut. Meski demikian, petani belum berani mengolah tanah lantaran khawatir air kembali pasang. Salah seorang petani Dusun Buyan, Wayan Niksa, menuturkan air danau sudah mulai surut sejak sepekan lalu. Hal tersebut kemungkinan disebabkan curah hujan yang mulai

Air Danau Buyan, Desa Pancasari Kecamatan Sukasada yang merendam lahan pertanian di Dusun Buyan dan Dasong sudah mulai surut. Meski demikian, petani belum berani mengolah tanah lantaran khawatir air kembali pasang.

Salah seorang petani Dusun Buyan, Wayan Niksa, menuturkan air danau sudah mulai surut sejak sepekan lalu. Hal tersebut kemungkinan disebabkan curah hujan yang mulai berkurang. “Sudah ada seminggu mulai surut. Lahan-lahan yang sempat terendam, beberapa sudah mulai terlihat,” tuturnya Jumat (19/5) .

Meski demikian, ia menyebutkan petani yang lahannya tak lagi terendam belum berani mengolah tanah. Selain karena masih basah, dikhawatirkan air danau kembali pasang. Pengolahan diperkirakan baru bisa dilakukan sebulan hingga empat bulan mendatang. “Kalau yang jauh dari bibir danau, mungkin sekitar satu bulan baru bisa. Tapi kalau yang sekarang masih terendam, kemungkinan empat bulan lagi baru bisa,” jelasnya.

Fenomena alam dengan siklus lima tahunan ini telah menyebabkan petani menelan kerugian cukup besar. Bahkan, ini sangat memukul petani yang lahannya mengontrak. “Seperti saya, lahan ngontrak. Sekarang terendam. Bagamana bisa bayar kontrakan,” keluh petani tiga orang anak ini.

Sementara itu, Klian Dusun Dasong, Made Suartana, mengatakan meskipun air sudah mulai surut, petani tetap berharap adanya penanganan danau berupa pengerukan lantaran dianggap mengalami pendangkalan. “Air memang sudah surut, meskipun baru sedikit.

Di danau sekarang sudah ada alat berat, kami berharap penanganan pendangkalan tetap segera dilakukan,” ucapnya. Seperti berita sebelumnya, air danau pasang sejak pertengahan Februari lalu. Lahan pertanian yang terendam mencapai 25 hektar lebih. Itu tertanami sayuran dan stroberi. Hal itu memicu terjadinya kerugian miliaran rupiah. (BTN/kmb)

READ  Nusa Penida akan Miliki Empat Hotel Bintang Lima


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Duuran Gemilang – United Colour of Pottery

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana