Kawasan Peninsula Dimaksimalkan Sebagai Tempat Wisata

Kawasan Peninsula Dimaksimalkan Sebagai Tempat Wisata

Guna menggenjot wisatawan datang ke Nusa Dua, saat ini pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua mulai memaksimalkan kawasan Pulau Peninsula sebagai tempat wisata. Hal tersebut, karena kawasan ruang terbuka hijau di pulau tersebut sangat minim dimanfaatkan untuk event atraksi pariwisata. Padahal pulau seluas lima hektare tersebut memiliki panorama yang sangat indah dan eksotis

Guna menggenjot wisatawan datang ke Nusa Dua, saat ini pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua mulai memaksimalkan kawasan Pulau Peninsula sebagai tempat wisata. Hal tersebut, karena kawasan ruang terbuka hijau di pulau tersebut sangat minim dimanfaatkan untuk event atraksi pariwisata.

Padahal pulau seluas lima hektare tersebut memiliki panorama yang sangat indah dan eksotis dengan daya tarik pantai dan suasana alaminya. Kepala Divisi Komersial Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua A.A. Ratna Dewi mengatakan hal itu, Jumat (19/5).

Menurut Ratna Dewi, kawasan Nusa Dua tidak bisa lagi menambah kamar. Sesuai dengan masterplan, tentu perlu dilakukan pengembangan potensi yang lain untuk mendukung peningkatan target kunjungan wisatawan ke Bali. “Kami akan membuat event lebih banyak di Peninsula, minimal sekali dalam sebulan. Kami ingin mengundang wisatawan lebih banyak datang ke Nusa dua untuk melihat apa yang disuguhkan di Nusa Dua dengan atraksinya,” ujarnya.

Ratna Dewi menambahkan, atraksi pariwisata di Peninsula cukup potensial untuk menarik wisatawan berkunjung ke Nusa Dua. Hal tersebut terbukti dari serangkaian acara yang pernah digelar di kawasan tersebut, seperti Nusa Dua Fiesta, Bali Blues Festival, Nusa Dua Cultural Run dan sebagainya.

Sementara itu, Managing Director kawasan Nusa Dua Wayan Karioka mengatakan, pemanfaatan kawasan Peninsula sebenarnya sudah dari dulu direncanakan. Namun dulu pemanfaatannya tersebut memang berbeda-beda, visi antara pihak yang terkait dengan mengarah ke komersial.

Seiring dikeluarkannya kesepakatan Piagam Peninsula, maka disepakati pembangunan Peninsula tidak boleh dengan bangunan permanen dan tetap menjadi kawasan hijau. “Kawasan itu dimanfaatkan secara umum untuk memberikan manfaat kepada masyarakat umum. Oleh karena itu, kami gagas event yang cocok dengan konsep peninsula, dengan mengadopsi sport, cultur, art and fun. Membangun di Peninsula adalah secara mental, bukan fisik,” jelasnya. (BTN/kmb)

READ  Tolak Bala, Warga Sema Agung Melasti Bawa “Tektekan"


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana