Songket Bratan Samayaji Diusulkan Jadi Warisan Budaya Indonesia

Songket Bratan Samayaji Diusulkan Jadi Warisan Budaya Indonesia

Industri kreatif di Kabupaten Buleleng sangat beragam. Salah satunya tenun songket khas Desa Pakraman Bratan Samayaji. Seiring dengan perkembangan zaman, kerajinan ini terancam punah, menyusul jumlah perajin yang semakin langka. Songket yang dibuat dengan cara tradisional ini telah menjadi warisan budaya di Desa Pakraman Bratan Samayaji. Bahkan, itu bisa dikatakan sebagai identitas wilayah setempat. Zaman

Industri kreatif di Kabupaten Buleleng sangat beragam. Salah satunya tenun songket khas Desa Pakraman Bratan Samayaji. Seiring dengan perkembangan zaman, kerajinan ini terancam punah, menyusul jumlah perajin yang semakin langka. Songket yang dibuat dengan cara tradisional ini telah menjadi warisan budaya di Desa Pakraman Bratan Samayaji.

Bahkan, itu bisa dikatakan sebagai identitas wilayah setempat. Zaman dulu, tak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidup dari kerajinan ini, khususnya ibu rumah tangga. Namun, seiring perkembangan zaman yang semakin modern, perajinnya kian berkurang. Saat ini yang masih aktif hanya tiga orang. Cagcag-nya (alat tenun – red) yang tersisa juga sangat sedikit, hanya lima unit.

Terhimpit persoalan demikian, menimbulkan kekhawatiran songket itu akan punah. Pangliman Desa Pakraman Bratan Samayaji Made Ngurah Wedana menuturkan, lesunya produksi kain ini juga dipicu permintaan yang semakin berkurang. Masyarakat yang sebelumnya menggeluti kerajinan ini, secara perlahan berhenti lantaran tak lagi mampu memberikan harapan penuh sebagai penyambung hidup. ‘’Pangsa pasar menjadi persoalan utama. Regenerasi yang sulit juga menjadi pemicu,’’ jelasnya.

Nasib kain tenun yang seperti itu rupanya menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Denpasar. Menurut rencana, itu akan diusulkan menjadi warisan Budaya Tak Benda Indonesia. ‘’Tenun ini memiliki motif khas. Nanti akan diusulkan menjadi warisan Budaya Tak Benda Indonesia,’’ ujar Kepala Balai I Made Dharma Suteja saat meninjau langsung ke lokasi, Minggu (18/6).

Mendukung usulan itu, Suteja mengaku telah melakukan pencatatan dan pendokumentasian terhadap kain itu, baik berkaitan dengan motifnya maupun maestronya. ‘’Nanti ini akan diverifikasi lagi. Tidak menutup kemungkinan juga akan diusulkan ke dunia kalau lolos dicatatkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia,’’ ucapnya.

READ  The Sungu Resort and Spa

Kepala Lingkungan Bratan Nyoman Ngurah Suharta menyambut baik langkah yang dilakukan Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali Denpasar. Itu dinilai sebagai salah satu bagian dari upaya pelestarian. ‘’Kami sangat ingin tenun ini tetap lestari,’’ katanya. (sos)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana