Pantai Pandawa Ditetapkan Jadi Zona Budidaya Terumbu Karang

Pantai Pandawa Ditetapkan Jadi Zona Budidaya Terumbu Karang

Bagian sisi kanan Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan saat ini telah ditetapkan menjadi zona budidaya karang laut. Bahkan, hingga saat ini ribuan karang telah berhasil dibudidayakan, baik itu Acropora dari berbagai jenis, soft coral Euphyllia sp dan lain sebagainya.  Menurut Kepala Tata Usaha Pengelola Pantai Pandawa Wayan Letra, kawasan tersebut memang dijadikan tempat konservasi

Bagian sisi kanan Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan saat ini telah ditetapkan menjadi zona budidaya karang laut. Bahkan, hingga saat ini ribuan karang telah berhasil dibudidayakan, baik itu Acropora dari berbagai jenis, soft coral Euphyllia sp dan lain sebagainya. 

Menurut Kepala Tata Usaha Pengelola Pantai Pandawa Wayan Letra, kawasan tersebut memang dijadikan tempat konservasi terumbu karang. Penataannya memanfaatkan areal hampir satu hektar. Saat ini baru sekitar 30 persen sudah tertanam karang dari total luasan. Sebenarnya konsep transplantasi coral di Pantai Pandawa sudah dilakukan sejak 2011 lalu,” kata Wayan Letra, belum lama ini.

Letra mengakui, sebelumnya keberadaan coral di sana masih dikomersialkan dan dipertontonkan kepada wisatawan. Namun saat ini, hal tersebut berubah seiring konsep ekowisata laut yang dikembangkan Desa Adat Kutuh. Bahkan sejumlah kerja sama dengan pemerhati coral, Universitas Udayana, Pokmaswas dan lembaga lainnya terus dijalin dengan baik. Hal tersebut juga sekaligus untuk mensinergikan pariwisata dengan upaya pelestarian alam, sebab tidak dipungkirinya laut adalah salah satu daya tarik dari Pantai Pandawa yang harus dijaga ekosistemnya.

Selama ini, transplantasi coral di Kutuh sudah berjalan cukup baik. Ini didukung dengan kondisi laut di Pandawa yang memang aman dan bagus untuk kegiatan tersebut. Kondisi gelombang laut tidak menyentuh tempat budidaya, karena gelombang laut pecahnya di tengah laut bukan di pesisir. “Kita juga tata tempat dengan jalur-jalur khusus, sehingga tidak akan sampai terinjak ketika dilakukan penyelaman,” terangnya

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendali Mutu (BKIPM) kelas I Denpasar Woro Nur Endang Sariati, memyampaikan kesiapannya untuk bersinergi dengan Desa Adat Kutuh jika nantinya ada coral yang akan dilepasliarkan. Pihaknya juga mengharapkan kawasan pantai di Kutuh harus benar-benar untuk konservasi dan senantiasa dijaga kelestariannya. (BTN/kmb)

READ  Ada Pergeseran Tren Wisatawan


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Duuran Gemilang – United Colour of Pottery

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana

IT Bali

READ  Banyuwangi Punya Pantai Khusus Wanita