Festival Budaya Pertanian ke-6 Dengan Tema “Angajap Lango”

Festival Budaya Pertanian ke-6 Dengan Tema “Angajap Lango”

Festival Budaya Pertanian (FBP) berlangsung unik dan benar-benar mengedukasi. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati area Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung pusat pelaksanaan festival tersebut. FBP ke-6 dibuka oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Sabtu (15/7) dengan melepaskan anak panah kemudian diiringi inagurasi dari Sanggar Seni Guntur Madu.  Tepuk tangan kemeriahan dari masyarakat

Festival Budaya Pertanian (FBP) berlangsung unik dan benar-benar mengedukasi. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati area Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung pusat pelaksanaan festival tersebut. FBP ke-6 dibuka oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Sabtu (15/7) dengan melepaskan anak panah kemudian diiringi inagurasi dari Sanggar Seni Guntur Madu. 

Tepuk tangan kemeriahan dari masyarakat begitu menggema. “Tahun ini, FBP sudah digelar untuk ke-6 kalinya. Kami harapkan dengan digelarnya festival pertanian ini akan mampu menghasilkan interpener muda yang lebih banyak lagi, sehingga pertanian di Badung Utara ini semakin berkembang kedepannya,” kata Bupati Giri Prasta.

Sambutan hangat datang dari para undangan yang hadir, seperti Wabup Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, anggota Komisi X DPR RI Dr. Ir. I Wayan Koster, Ketua TP. PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Kepala Perangkat Daerah dan para undangan lainnya.

Bupati Giri Prasta mengatakan, khusus untuk Badung Selatan sudah digelar Festival Budaya Bahari sebagai upaya membangkitkan dan mengembangkan pada bidang bahari, kemudian untuk di Badung Tengah ada Festival Budaya dan Seni untuk mengembangkan budaya dan seni.

Sementara untuk Badung Utara digelar Festival Budaya Pertanian sebagai cara untuk membangkitkan dan mengembangkan Badung pada bidang pertaniannya, termasuk menghasilkan interpenur muda yang lebih banyak. “Harapan kami, setelah pelaksanaan festival pertanian ini ada evaluasi dan ada hasil nyata dari bidang pertanian,” ucapnya.

Untuk mendukung dan menjadikan masyarakat Badung bangga menjadi petani sudah melakukan beberapa terobosan, seperti membebaskan lahan pertanian dari pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) termasuk memberikan asuransi kepada petani untuk yang mengalami gagal panen. “Selain pajak, kami juga membantu sistem pertanian mulai dari pembibitan, pemupukan, hingga pendistribusian hasil pertanian itu sendiri,” tandasnya.

READ  SMAN 1 Baturiti dan SMPN 2 Kediri Raih Juara I

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, IGAK Sudaratmaja mengatakan, FBP kali ini mengambil tema “angajap lango” atau mendambakan seni. Tema ini sesuai dengan Kabupaten Badung bertumpu pada sektor pariwisata, sehingga seni dan budaya harus tetap dipertahankan karena seni budaya sebagai modal dasar pembangunan. “Kesenian dan pertanian kita kolaborasikan di FBP tahun ini,” ungkapnya.

FBP baru usia 6 tahun untuk event besar dalam rangka promosi dan pemberdayaan ekonomi  Badung Utara relatif masih muda. Agenda FBP  2017 ini, seperti pawai budaya pertanian, pameran produk pertanian, lomba kuliner, lomba teknik dan materi penyuluhan pertanian, mengukir buah, menganyam topi kelangsah, merangkai bunga, membuat gebogan, lomba menggambar, lari gembira 3K (run fun 3 K), lomba hidroponik mini, pentas seni, lomba ogoh-ogoh, pasar rakyat dan sebagainya. (BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana

IT Bali

READ  Aksi Olahragawan dan Seniman Dalam Porsenijar di Gianyar