Antisipasi Serbuan ‘’ Guide ’’ Luar Bagaimana Cara Mencegahnya?

Antisipasi Serbuan ‘’ Guide ’’ Luar  Bagaimana Cara Mencegahnya?

Keberadaan pemandu wisata (guide) luar yang mengantarkan wisatawan ke Denpasar, kini semakin banyak. Di satu sisi, pemerintah tidak bisa melarang aktivitas yang dilakukan para pemandu wisata dari luar wilayah, termasuk yang langsung dibawa oleh wisatawan dari negaranya sendiri. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Denpasar mulai melakukan langkah antisipasi dengan memperbanyak jumlah pemandu wisata dari

Keberadaan pemandu wisata (guide) luar yang mengantarkan wisatawan ke Denpasar, kini semakin banyak. Di satu sisi, pemerintah tidak bisa melarang aktivitas yang dilakukan para pemandu wisata dari luar wilayah, termasuk yang langsung dibawa oleh wisatawan dari negaranya sendiri. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Denpasar mulai melakukan langkah antisipasi dengan memperbanyak jumlah pemandu wisata dari daerah sendiri.

Plt. Kepala Dispar Denpasar A.A. Bagus Sudharsana ditemui di Sanur, Rabu (9/8)  mengatakan pihaknya tidak mungkin melarang aktivitas guide luar. Pihaknya takut bila itu dilakukan justru akan merugikan sektor pariwisata di Bali. ‘’Kami khawatir bila itu dilakukan, para wisatawan juga akan protes. Karena banyak wisatawan yang menggunakan guide mereka sendiri. Itu tidak bisa dilarang,’’ katanya.

Upaya yang dilakukan Dispar Denpasar, kata dia yakni dengan memberikan pelatihan kepada para guide yang ada di Denpasar. Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya melakukan pelatihan kepada tiga orang yang ada di wilayah desa wisata di Denpasar. Mereka ini akan diterjunkan langsung setelah dilakukan pelatihan yang melibatkan sekitar 18 orang untuk tahap awal dari enam desa wisata yang ada di Denpasar. ‘’Dengan pola seperti ini, dipastikan akan lebih banyak guide lokal yang bisa memberikan pelayanan kepada wisatawan,’’ ujar mantan Kepala BLH Denpasar ini.

Sudharsana menambahkan, Denpasar juga mengembangkan objek baru, yakni ekowisata di wilayah Peguyangan dengan memanfaatkan kelompok subak yang ada. Sehingga ke depan bukan hanya pariwisata pantai yang disuguhkan kepada wisatawan, namun juga berbasis perekonomian dengan terjun langsung merasakan di lapangan.

‘’Ke depan, untuk di Peguyangan itu sudah dikembangkan sektor ekowisata, seperti waktu ini sudah ada 400 orang yang berkunjung ke sana dan sudah bisa menikmati langsung terjun ke subak, seperti membajak sawah dan sebagainya,’’ ujarnya. (BTN/kmb)

READ  Wabup Pimpin Apel HUT Provinsi Bali ke-59 di Kabupaten Bangli
2 comments


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

2 Comments

  • Syamsul
    October 21, 2017, 10:53 PM

    Kami tencana ingin berkunjung kebali dan kami butuhkan seorang guide. Dimana kami bisa hub guide binaan dinas pariwisata. Hormat kami. Syamsul dimakassar. Cp. 0811415973

    REPLY
    • aninekaprihadi@Syamsul
      October 23, 2017, 8:18 AM

      dear bp syamsul
      untuk guide bapak bisa langsung menghubungi HPI bali di no 0361 466300 atau bisa melalui email di info@hpibali.org
      salam

      REPLY
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana