Rangkum Warisan Budaya Bali

Rangkum Warisan Budaya Bali

Meski bukan orang Indonesia, Tim Hannigan, pengarang buku asal Inggris, sangat cinta dengan Indonesia, khususnya Bali. Kecintaannya itu dituangkan dalam beberapa buku karangannya, seperti A Brief History of Indonesia dan A Brief History of Bali. Beberapa buku tersebut, mulai diperkenalkan kepada publik, saat digelar diskusi serangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72, bertempat di Periplus,

Meski bukan orang Indonesia, Tim Hannigan, pengarang buku asal Inggris, sangat cinta dengan Indonesia, khususnya Bali. Kecintaannya itu dituangkan dalam beberapa buku karangannya, seperti A Brief History of Indonesia dan A Brief History of Bali.

Beberapa buku tersebut, mulai diperkenalkan kepada publik, saat digelar diskusi serangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72, bertempat di Periplus, Samasta, Jimbaran pada Rabu (9/8).

Tim Hannigan menjelaskan, buku berjudul A Brief History of Bali, menceritakan tentang kehidupan masyarakat Bali serta pengaruhnya dengan dunia Barat. Terutama setelah kedatangan armada Belanda yang pertama pada tahun 1597.

Sebelumnya penulis Willard Hanna mengabadikan Bali selama berabad-abad dan juga perjuangan para penduduk Bali untuk mempertahankan identitas unik mereka di tengah serbuan pariwisata. Namun pada buku karangannya, ia ingin menuangkan pandangannya terhadap Bali sendiri.

Melalui buku ini, tim ingin memperkenalkan dan mempromosikan Bali agar para wisatawan asing lebih mengenal Bali. “Tujuan membuat buku ini bukan untuk mengubah cara pandang, tapi bagaimana caranya agar sejarah Bali menarik untuk dibaca. Agar orang-orang lebih tertarik dan antusias pada Bali,” ujar Tim dengan semangat.

Sementara, fotografer IB Putra Adnyana, yang juga membuat buku fotografi berjudul “Bali Ancient Rites in The Digital Age” terbitan Periplus ini, mengatakan sebagian besar mengangkat kehidupan orang Indonesia, khususnya Bali yang menjunjung tinggi kebinekaan. Pria yang akrab dipanggil Gustra ini mengutarakan foto-foto yang ditampilkan pada buku tersebut rentang waktunya selama 5 tahun.

Cuplikan foto tersebut sebagian besar mengabadikan budaya Bali yaitu prosesi Panca Yadnya. “Tantangannya adalah, bagaimana membuat foto unik, yang belum pernah diambil oleh fotografer lain,” pungkasnya.

Ketua Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Unud AA. Ayu Rai Wahyuni, menambahkan, dengan adanya diskusi ini, diharapkan bisa mengenalkan kembali nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Selama ini dikatakannya tidak ada nilai lebih pemahaman budaya dan sejarah Indonesia. “Kami harapkan, nilai-nilai perjuangan bisa dikenalkan kembali kepada generasi muda saat ini,” harapnya. (BTN/kmb)

READ  Silahturhmi Hotel Aston Denpasar ke Bali Travel News


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana