Body Painting, Aksi Para Perupa di Britama SVF

Body Painting, Aksi Para Perupa di Britama SVF

Wow, asyik melukis tubuh wanita. Imajinasi dan kreativitas dalam menumpahkan ekspresi menjadi lebih semangat. Apalagi memulas liuk lekuk tubuh wanita cantik sungguh pengalaman  luar biasa. Itulah aksi sebanyak 12 seniman dari seluruh Bali pada lomba Body Painting, di Maisonette, Kawasan Inna Bali Beach Sanur, Jumat (11/8). Proses kreatif para perupa itu menjadi atraksi unik dan

Wow, asyik melukis tubuh wanita. Imajinasi dan kreativitas dalam menumpahkan ekspresi menjadi lebih semangat. Apalagi memulas liuk lekuk tubuh wanita cantik sungguh pengalaman  luar biasa.

Itulah aksi sebanyak 12 seniman dari seluruh Bali pada lomba Body Painting, di Maisonette, Kawasan Inna Bali Beach Sanur, Jumat (11/8). Proses kreatif para perupa itu menjadi atraksi unik dan menjadi andil kemeriahan Britama Sanur Village Festival (SVF) ke-12 dengan tema “Bhineka Tunggal Ika” itu. 

Ada belasan model dengan pakaian striptis yang menjadi model lukis para perupa ini.  Seniman itu kemudian melukis dengan tema yang telah ditentukan serta imajinasi dengan ciri khas mereka masing-masing.

Meski sudah menjadi daya tarik tersendiri,  namun tujuan dari lomba body painting itu diharapkan mampu untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme dari masyarakat. Pelaksanaan body painting ini juga sebagai bentuk pencarian bibit seniman-seniman muda dalam pelestarian seni di Indonesia khususnya di Bali.

Koordinator Body Painting, IB putu Sutama, 60, mengatakan Body Painting ini memang sudah menjadi agenda tahunan di SVF, namun menurut Sutama, setiap tahunnya model yang dipergunakan semakin bertambah sesuai dengan tahun acara SVF.

“Setiap tahunnya kita tambah satu sesuai dengan tahun SVF. Namun kali ini yang membedakan adalah tema kita Bhineka Tunggal Ika sehingga rasa persatuan itu bisa kembali dipupuk,” ujarnya.

Selain itu, menurut Sutama, Body Painting ini juga untuk mencari bibit-bibit muda untuk kelestarikan seni lukis khususnya di Bali. Karena selama ini kita tidak menyadari bahwa body painting ini telah masuk dalam kesenian di Bali sejak puluhan tahun.

“Jika kita kembali berfikir dan mengingat kesenian kita, tari Kecak maupun tarian lainnya sudah menggunakan art pada wajahnya, namun tidak terstruktur. Sekarang ini kita buat terstruktur dalam body painting ini,” jelasnya.

READ  Bukan Tamu di ''Tamukami Hotel''

Sementara salah satu seniman, I Wayan Gede Budayana, 33, asal Banjar Mukti Singapadu, Gianyar mengatakan dirinya memiliki tema tersendiri dalam mengaplikasikan inspirasinya tidak harus berpatokan pada satu hal, sehingga menurutnya, aplikasi warna yang digunakan bisa menggambarkan seni yang dilukis sehingga dalam Body Painting ini ia tidak menyiapkan ide secara khusus karena ide itu didapatnya langsung saat ingin melukis ditempat tersebut.

“Saya tidak mempersiapkan apa-apa karena gemar melukis ya pastinya disini kita aplikasikan. Karena melukis di Kanvas dengan tubuh manusia itu sama saja perbedaannya hanya pada kulit yang lebih fleksibel,” terang Budayana. (BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana