Ribuan Tukik Serbu Pantai Pengasahan Tabanan

Ribuan Tukik Serbu Pantai Pengasahan Tabanan

Seribu ekor tukik atau anak penyu dilepas di Pantai Pengasahan, Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (11/8). Pelepasan ini selain untuk melestarikan keberadaan penyu yang semakin langka, juga sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72. Ketua panitia yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan Made Subagia, mengatakan pelepasan tukik ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan

Seribu ekor tukik atau anak penyu dilepas di Pantai Pengasahan, Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat (11/8). Pelepasan ini selain untuk melestarikan keberadaan penyu yang semakin langka, juga sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72.

Ketua panitia yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan Made Subagia, mengatakan pelepasan tukik ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Dan hingga tahun ini total tukik yang sudah dilepas berjumlah 5.000 ekor tukik.

Ia melanjutkan, Tabanan memiliki garis pantai yang cukup panjang dan menjadi tempat singgah penyu jenis lekang untuk bertelur. Ada pun pantai yang kerap dijadikan tempat untuk penyu bertelur adalah Pantai Yeh Gangga, Pantai Tanah Lot di Kediri, Pantai Klecung Selemadeg Timur dan Pantai Pengasahan di Selemadeg Barat.

Untuk menjaga kelestarian penyu, pihak Dinas Perikanan dan Kelautan bersama pihak terkait, seperti UPT KSDA maupun Dinas LH terus menerus melakukan sosialisasi mengenai pelestarian penyu. Tabanan juga sudah memiliki tempat penetasan telur penyu, baik di Yeh Gangga yang dikelola oleh kelompok masyarakat, di Pantai Klecung yang dilakukan secara perseorangan serta Kelompok Bali Turtle Conservation di Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat.

Hasilnya, dari sosialisasi yang terus menerus tersebut, masyarakat terutama nelayan jika melihat penyu di pantai akan mengembalikannya ke laut. Begitu juga jika ditemukan telur penyu, masyarakat segera melapor kepada Dinas Perikanan dan Kelautan atau langsung membawanya ke tempat penetasan telur penyu.

Diakui Subagia, tindakan untuk melestarikan penyu dari Pemkab Tabanan masih sebatas pembinaan dan sosialisasi. Karena keterbatasan anggaran dan belum ada dana khusus yang dialokasikan bagi konservasi pelestarian penyu atau tempat penetasan telur penyu yang dikelola masyarakat. Saat ini untuk pendanaan dilakukan secara swadaya.

READ  Ayo..Kunjungi "Kulineria Bali Fest" di Renon

“Untuk Bali Turttle Conservation yang di Desa Lalanglinggah sudah memiliki sponsor. Sementara lainnya masih swadaya masyarakat. Kita berusaha mendorong agar mereka juga bisa mendapatkan dana sponsor,” jelas Subagia.

Asisten II Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana menambahkan, kegiatan pelestarian penyu ini harus terus dilakukan karena keberadaannya yang sudah mulai punah. Selain tidak merusak sarang dan menjual telur penyu, masyarakat diharapkan senantiasa menjaga kebersihan pantai. Sebab, populasi penyu sangat dipengaruhi oleh sampah yang dibuang ke laut.

 “Sampah di laut selalu jadi masalah bagi penyu. Kemunculan plastik yang meningkat dan berakhir di pantai akan berdampak pada hewan yang menghuni lautan dan menelan sampah ini. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga ekosistem laut maupun pantai,” ajak Miarsana. (kmb)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana