14 – 19 September, Lovina Festival 2017

14 – 19 September, Lovina Festival 2017

Lovina Festival (Lofest) Tahun 2017 kembali digeber mulai 14 hingga 19 September 2017. Selain mempromosikan potensi wisata di Bali Utara, event ini dijadikan momen untuk melakukan konservasi laut. Selama Lofest akan dipertunjukkan kesenian dan pameran oleh desa penyangga pariwisata Lovina. Sementara untuk kegiatan konservasi akan diisi dengan pelepasan tukik hasil penangkaran nelayan di Pantai Penimbangan.

Lovina Festival (Lofest) Tahun 2017 kembali digeber mulai 14 hingga 19 September 2017. Selain mempromosikan potensi wisata di Bali Utara, event ini dijadikan momen untuk melakukan konservasi laut. Selama Lofest akan dipertunjukkan kesenian dan pameran oleh desa penyangga pariwisata Lovina. Sementara untuk kegiatan konservasi akan diisi dengan pelepasan tukik hasil penangkaran nelayan di Pantai Penimbangan.

Kepala Dinas Pariwisata (Disbudpar) Nyoman Sutrisna, M.M., Senin (11/9)  menjelaskan secara khusus dalam Lofest tahun ini bersamaan dengan kunjungan 87 kapal yacht dari sejumlah negara di dunia. Kapal ini sandar di Pantai Lovina dan selama Lofest akan menikmati paket tur ke desa wisata seperti Sudaji Kecamatan Sawan dan Desa Bali Aga di Kecamatan Banjar.

Lebih dari 150 anak buah kapal ini juga akan disuguhkan atraksi budaya oleh desa penyangga wisata Lovina. Pembukaan akan dipusatkan di Patung Binaria, Lovina dan pertunjukan kesenian dan pameran serta stan kuliner dipusatkan di Pantai Space Dive dan Dermaga Pantai Lovina. “Kalau ABK ini berkat promosi dan mereka diurus oleh biro perjalanan wisata dan kita sambut melalui kegiatan Lofest ini. Para ABK itu juga bukan pertama kali datang, tapi sudah sering berlayar dan sebelumnya mereka sandar di Pemuteran, dan Banyuedang,” jelasnya.

Di sisi lain mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) ini mengatakan, pelaut asing tersebut melakukan aksi pelestarian lingkungan dan konservasi laut. Salah satu kegiatan adalah melepasliarkan tukik hasil penangkaran swadaya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Segara, Desa Penimbangan, Kecamatan Buleleng. Selain itu, pelestarian terumbu karang di perairan Buleleng juga disasar selama Lofest berlangsung.

“Wisatawan asing sangat tertarik dengan aktivitas konservasi lingkungan, sehingga kita kemas dalam Lofest untuk melakukan pelepasan tukik dan menjaga kebersihan taman karang di perairan kita. Ke depan ini akan ditindaklanjuti oleh pelaku wisata untuk melakukan aksi konservasi lingkungan, sehingga akan bisa menarik kunjungan wisatawan,” jelasnya. (kmb)

READ  H Sovereign Bali Angkat Tema Toejoeh Belasan


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Duuran Gemilang – United Colour of Pottery

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana