Diserbu ‘’ Homestay ’’, Okupansi Hotel Hanya 40 Persen

Diserbu ‘’ Homestay ’’, Okupansi Hotel Hanya 40 Persen

Menjamurnya homestay di Banyuwangi mulai berdampak negatif terhadap hotel. Tingkat hunian hotel anjlok tajam, hanya sekitar 40 persen. Para pengelola hotel khawatir homestay akan menjadi kompetitor jika tak dicarikan solusi. ‘’Dahulu homestay bukan dianggap kompetitor bagi hotel. Nyatanya fungsi homestay bukan seperti awal. Bahkan, homestay bisa terima layanan short time,’’ ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan

Menjamurnya homestay di Banyuwangi mulai berdampak negatif terhadap hotel. Tingkat hunian hotel anjlok tajam, hanya sekitar 40 persen. Para pengelola hotel khawatir homestay akan menjadi kompetitor jika tak dicarikan solusi.

‘’Dahulu homestay bukan dianggap kompetitor bagi hotel. Nyatanya fungsi homestay bukan seperti awal. Bahkan, homestay bisa terima layanan short time,’’ ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi Zaenal Mutaqin, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, Agustus lalu tingkat hunian atau okupansi hotel masih sangat kecil, hanya 30-40 persen. Artinya, hunian hotel di Banyuwangi  terutama yang tak berbintang masih rendah. Kini ditambah lagi menjamurnya homestay yang jauh lebih murah. Jika homestay terus bertambah dan perang tarif, akan banyak pengelola hotel yang gulung tikar.

Meski okupansi masih rendah, pihaknya tak ingin menyerah. Ia mengajak semua pihak terutama masyarakat tetap mengedepankan sektor pariwisata dan destinasi wisata tak hanya fokus di satu tempat. ‘’Kami harapkan potensi wisata di masing-masing lokasi dikembangkan. Jadi, bisa menjual destinasi di daerah sendiri. Tentunya ini bisa berdampak pada okupansi hotel,’’ tegasnya.

Terkait kenaikan pajak hotel hingga 10 persen, Zaenal merasa keberatan karena nominal itu dirasakan masih terlalu tinggi. Kota Malang saja hanya memberlakukan pajak hotel 5-7 persen, padahal usulan awal sekitar 10 persen. ‘’Kalau Banyuwangi diusulkan naik 10 persen, rasanya keterlaluan. Negara maju seperti Singapura dan Filipina hanya menarik pajak sekitar 7 persen,’’ tuturnya.

Ia berharap pajak tak membuat ribet pengelola hotel. Sebab, kenyataannya okupansi hotel memang masih rendah. Inspektorat dan Dinas Pariwisata Banyuwangi sudah turun melakukan sejenis audit ke sejumlah hotel. Mereka memeriksa pembukuan dan okupansi hotel. ‘’Kami tunjukkan apa adanya. Okupansi hotel kita memang masih rendah,’’ jelas Zaenal. (kmb)

READ  Tidak Mencemari Lingkungan


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana