Buleleng Batal Gelar BBDF, Alasanya??

Buleleng Batal Gelar BBDF, Alasanya??

Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng membatalkan pergelaran Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) tahun 2017. Hal ini karena, dampak status awas Gunung Agung. Apalagi, lokasi BBDF yang dihelat di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula sekarang menjadi wilayah penerima pengungsi. Di samping itu, jarak desa ini dekat dengan Karangasem, sehingga kalau tetap digelar, dikhawatirkan para penyelam internasional akan tidak

Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng membatalkan pergelaran Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) tahun 2017. Hal ini karena, dampak status awas Gunung Agung. Apalagi, lokasi BBDF yang dihelat di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula sekarang menjadi wilayah penerima pengungsi. Di samping itu, jarak desa ini dekat dengan Karangasem, sehingga kalau tetap digelar, dikhawatirkan para penyelam internasional akan tidak nyaman mengikuti event tahunan Dispar Buleleng tersebut.

Kadis Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. Rabu (4/10), mengatakan, BBDF rencananya digelar 24 hingga 28 Oktober 2017. Sejauh ini, pihaknya melakukan beberapa persiapan untuk menyukseskan BBDF ketiga tersebut. Persiapan itu salah satunya alokasi anggaran yang sudah disetujui dalam APBD Buleleng 2017 sebesar Rp 620 juta.

Akan tetapi, dengan pembatalan BBDF untuk tahun ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng agar dana itu dikembalikan ke kas daerah. Dari total anggaran dana BBDF itu, Dispar memanfaatkan dana tersebut Rp 200 juta. Dana ini dialokasikan membiayai promosi pariwisata Buleleng dan mendukung Pemuteran Dive Festival yang merupakan event rintisan pelaku pariwisata setempat bersama pemerintah Desa Pemuteran. “Kita sudah sampaikan kepada TAPD, anggarannya hanya kita pakai Rp 200 juta saja, sisanya sudah dikoordinasikan dengan TAPD. Kami juga sudah menyampaikan ke Kementerian Pariwisata perihal pembatalan ini,” katanya.

Tidak hanya persiapan anggaran, tetapi bantuan rumah ikan dan tempat pertumbuhan terumbu karang bantuan dari Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, sejauh ini telah selesai dikerjakan. Rencananya, rumah ikan hias dan tempat pembiakan terumbu karang berbentuk patung Boma itu ditenggelamkan pada saat BBDF.

Tetapi menyusul pembatalan ini, Dispar masih berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga rumah ikan seperti ini bisa dimanfaatkan dalam menjaga kelestarian populasi ikan hias dan terumbu karang di Bondalem dan sekitarnya. “Setelah kita koordinasikan nanti, rumah ikan ini akan ditenggelamkan pada saat Festival Tejakula bersama dengan kegiatan sebuah yayasan asing Reef Chek dan Coral Reef Alliance,” katanya. (kmb)

READ  Target Pariwisata Badung Tergantung Gunung Agung. Apa Maksudnya?


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Duuran Gemilang – United Colour of Pottery

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana