Green School, Ajak Staf dan Karyawan “Ajer”

Green School, Ajak Staf dan Karyawan “Ajer”

Acara ini bukan sebuah pertunjukan seni lawak ataupun badut. Tetapi, orang yang hadir sangat senang, bahkan tak bisa membendung tawa saking lucunya. Pembicara, sebagai penyaji materi pun sangat lugas dan sesuai dengan situasi kekinian. Hal itu membuat semua peserta betah hingga acara selesai. Itulah suasana pelatihan komunikasi bagi semua staf dan pegawai di Green School,

Acara ini bukan sebuah pertunjukan seni lawak ataupun badut. Tetapi, orang yang hadir sangat senang, bahkan tak bisa membendung tawa saking lucunya. Pembicara, sebagai penyaji materi pun sangat lugas dan sesuai dengan situasi kekinian. Hal itu membuat semua peserta betah hingga acara selesai. Itulah suasana pelatihan komunikasi bagi semua staf dan pegawai di Green School, Selasa (10/10). 

Pelatihan sehari ini diikuti sekitar 175 karyawan Green School Bali, dan hadir sebagai narasumber seorang penyiar Radio RRI senior, Paul Suardi. Mereka tak hanya mendapatkan pengertian dan dasar-dasar komunikasi, tetapi juga terkait dengan etika, moral serta rasa percaya diri. Prinsip komunikasi inter personal, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif. Para peserta dijelaskan faktor-faktor menumbuhkan rasa percaya diri, mengatasi rasa takut dan mempercayai diri sendiri.

Presiden Yayasan Kul Kul, Tirka Widanti mengatakan, pelatihan ini memang sengaja dikemas apik, sehingga menjadi lebih menarik. Hal itu, juga membuat para peserta senang sehingga semua materi pembelajaran dapat dipahami. “Pelatihan komunikasi ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan, sehingga bisa selesai dengan baik. Hal ini juga untuk mengantisipasi konflik, salah penafsiran akibat kurang mampu berkomunikasi,” katanya.

Menurut Tirka Widanti, sebagai pegawai Green School lebih banyak merupakan orang Bali, dan sebagian besar merupakan warga disekitar lingkungan sekolah. Orang Bali memiliki kebiasaan “koh ngomong” (engan bicara). Karena itu, perlu mendapatkan pendidikan dan pelatihan, dimana “koh ngomong” itu tidak pantas dilakukan dan dimana perlu. “Nah, kalau sudah bergaul dalam dunia internasional, baik dibidang tourism, pendidikan dan lainnya maka tak bisa “koh ngonong” lagi,” ucapnya.

Berkomunikasi yang efektif, jelas Tirka Widanti, sangat dibutuhkan. Bukan “koh ngomong”, melainkan kembali belajar “ajer” (ramah). Komunkasi yang efektif itu juga bisa lewat body languid, gostur dan wajah. “Pelatihan ini sengaja memanfaatkan hari libur sekolah, sehingga bisa lebih lama dan tak mengganggu aktivitas belajar. Kamu mengajak karyawan mengikuti pelatihan dengan istilah Professional Development (PD). Libur nanti, kami akan memberikan pelatihan berpenamilan, ini penting,” pungkasnya. (BTN/bud)

READ  ''Haloween Beach Party'' di Labuan Sait


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana