Bupati Giri Prasta Belajar Tata Kelola Sampah dan Taman di Kota Bandung

Bupati Giri Prasta Belajar Tata Kelola Sampah dan Taman di Kota Bandung

Hari kedua acara Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung 2017, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta berkunjung ke Kota Bandung, Kamis (12/10). Kunjungan Bupati Giri Prasta beserta rombongan diterima oleh Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial di Balai Kota. Bupati Giri Prasta saat kunjungan didampingi oleh Sekkab Wayan Adi Arnawa, Asisten I IBA Yoga Segara,

Hari kedua acara Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung 2017, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta berkunjung ke Kota Bandung, Kamis (12/10). Kunjungan Bupati Giri Prasta beserta rombongan diterima oleh Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial di Balai Kota.

Bupati Giri Prasta saat kunjungan didampingi oleh Sekkab Wayan Adi Arnawa, Asisten I IBA Yoga Segara, Kadis Pariwisata Made Badra, Kepala Bappeda Made Wira Dharmajaya, Kabag Keuangan AA Gede Rahmadi, Kabag Perwat Wayan Puja, serta Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta.

I Nyoman Giri Prasta mengatakan, tujuan kunjungannya ke Kota Bandung yakni ingin belajar mengenai tata kelola taman, pengelolaan limbah dan kebersihan wilayah. “Kedepan untuk di Badung harus menanam pohon taman yang bisa mendatangakan burung dan kupu-kupu, itu baru namanya taman,” ungkapnya.

Bupati Badung mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi pengelolaan sampah di Kota Bandung mengenai mengolah, mengurangi dan memilah sampah. “Yang paling penting kita ambil hikmahnya dari pengelolaan sampah di Bandung ini adalah hulunya itu ada di TPS hilirnya ada di TPA, ini yang perlu kita contoh,” katanya.

Terkait tata kelola Bandung Command Centre lanjutnya, Kabupaten Badung juga akan segera menerapkan di tahun 2018 mendatang dengan membangun gedung Command Centre. Pihaknya pun berharap pemerintah kota Bandung dapat menjalin sister city dengan Kabupaten Badung. “Ini harus dicontoh, diterapkan, dikolaborasikan dengan baik. Jika ini dilakukan di Kabupaten Badung saya yakin pasti akan jauh lebih baik,” pungkasnya.

Mengenai pembuatan taman lansia di Kabupaten Badung yang rencananya akan menggunakan Pasar Latu Sari, pihaknya mengaku masih melakukan kajian. “Masih dikaji, nanti konsepnya harus ada rumah, ada kolam kecil sehingga ada daya tarik bagi lansia yang jompo-jompo. Dan lengkap dengan dokternya,” ujarnya Bupati asal Pelaga ini.

READ  Setahun, Wisman ke Banyuwangi Tembus 75.000 Orang

Wakil Wali Kota Bandung, H. Oded M Danial menjelaskan, Kota Bandung berupaya untuk melakukan pemerataan pembangunan melalui Program Inovasi Pembangunan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK). Untuk pemerataan pembangunan, setiap tahunnya Kota Bandung menggelontorkan dana sebesar Rp 220 milliar untuk kewilayahan. “Program PIPPK tersebut sudah terbukti hasilnya. Terlihat antara tokoh masyarakat dari berbagai kalangan bisa bersama-sama bergerak ketika diberi anggaran,” ungkapnya.

Kota Bandung katanya, memiliki program utama yakni satu RW satu taman dalam setiap tahunnya. Taman tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk juga untuk menggelar acara resepsi,  biasanya dimanfaatkan oleh warga yang kurang mampu. Kota Bandung kini telah memiliki sekitar 20 taman salah diantaranya Taman Lansia dan Taman Jomblo. “Walaupun taman tingkat kota sudah ada, namun taman di RW terus akan diupayakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi kemacetan agar masyarakat tidak hanya menumpuk di pusat kota,” jelasnya.(BTN/014)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana