Meskipun Status Gunung Turun, Turis ke Kintamani Masih Minim. Ini Penyebabnya

Meskipun Status Gunung Turun, Turis ke Kintamani Masih Minim. Ini Penyebabnya

Sudah dua pekan terakhir Gunung Agung turun status dari level awas ke siaga. Kondisi itu ternyata tak berpengaruh banyak terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Kintamani. Sampai saat ini, kunjungan wisatawan masih dirasakan minim oleh sejumlah pengusaha restoran dan hotel di wilayah setempat. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bangli Jero Wijaya, Minggu (12/11),

Sudah dua pekan terakhir Gunung Agung turun status dari level awas ke siaga. Kondisi itu ternyata tak berpengaruh banyak terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Kintamani. Sampai saat ini, kunjungan wisatawan masih dirasakan minim oleh sejumlah pengusaha restoran dan hotel di wilayah setempat.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bangli Jero Wijaya, Minggu (12/11), mengungkapkan, kenaikan aktivitas Gunung Agung hingga level Awas pada September lalu berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Kintamani. Jumlah kunjungan wisatawan sejak saat itu mengalami penurunan drastis hingga 70 persen. ”Banyak tamu yang cancel saat itu,” ungkapnya.

Anjloknya jumlah kunjungan membuat beberapa pengusaha restoran terpaksa merumahkan sementara karyawannya. ”Secara umum usaha restoran dan hotel masih tetap berjalan. Tapi ada yang sebagian kecil pengusaha yang me-nonjob-kan karyawannya sementara karena kunjungannya sepi,” ujarnya.

Kini dengan telah turunnya status Gunung Agung, pihaknya  berharap kunjungan wisatawan ke Kintamani bisa kembali normal. Terkait hal ini, pihaknya berharap pemerintah gencar menginformasikan dan meyakinkan kembali pihak travel agent dan wisatawan bahwa Bali khususnya Kintamani sangat aman untuk dikunjungi.

Lebih lanjut dia menyebutkan, selama ini kunjungan wisatawan ke Kintamani lebih didominasi wisatawan asing. ”Harapan kami pemerintah bisa menginformasikan ke travel-travel, terutama ke Konjen-Konjen terkait status Gunung Agung saat ini yang masih cukup aman,” ujarnya.

Selain Jero Wijaya, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bangli Nengah Dester juga mengakui, kunjungan wisatawan ke Kintamani anjlok akibat naiknya aktivitas Gunung Agung. Bahkan, sempat dalam beberapa hari, aktivitas penyeberangan dari Dermaga Kedisan ke Terunyan nihil karena tidak ada wisatawan.

Turunnya status Gunung Agung ke level siaga ditambah libur hari raya Galungan dan Kuningan, kata Dester, tidak mampu mendongkrak kunjungan wisatawan. Pada Umanis Kuningan kemarin, jumlah wisatawan yang menyeberang hanya sekitar enam boat atau sekitar 29 orang. Kondisi ini pun diakuinya membuat pendapatan sektor penyeberangan turun drastis. Imbasnya, pelaku pariwisata yang mencari nafkah di sektor tersebut turut kelimpungan. (BTN/kmb)

READ  Dermaga Pelabuhan Celukan Bawang akan Diperpanjang


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana