Bisnis Prostitusi di Kutsel Ditarget Tutup Akhir 2017

Bisnis Prostitusi di Kutsel Ditarget Tutup Akhir 2017

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meminta lokalisasi di Kuta Selatan (Kutsel) ditutup. Orang nomor satu di Gumi Keris ini dikabarkan sudah bertemu dengan para pemilik lahan yang digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung di kawasan Nusa Dua tersebut. Dikonfirmasi Kamis (16/11), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Badung IGAK Suryanegara membenarkan prihal tersebut.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meminta lokalisasi di Kuta Selatan (Kutsel) ditutup. Orang nomor satu di Gumi Keris ini dikabarkan sudah bertemu dengan para pemilik lahan yang digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung di kawasan Nusa Dua tersebut.

Dikonfirmasi Kamis (16/11), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Badung IGAK Suryanegara membenarkan prihal tersebut. Dikatakan, eksekusi terhadap lokalisasi yang telah ada sejak puluhan tahun ini ditargetkan hingga akhir tahun 2017. “Bapak Bupati meminta agar tidak ada kawasan prostitusi di Badung dan meminta kami untuk mengambil langkah-langkah penertiban,” ujarnya.

Menurut Suryanegara, pihaknya akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) untuk menertibkan kawasan prostitusi seperti Aseman dan Gunung Lawu, Nusa Dua.

“Untuk dua kawasan itu, Bapak Bupati telah bertemu langsung dengan pemilik lahan. Dalam pertemuan dengan pemilik lahan, beliau meminta pemilik tidak lagi mengontrakkan lahannya untuk kegiatan-kegiatan negatif dan dialihkan untuk kegiatan positif,” terangnya.

Suryanegara menambahkan, Bupati Badung juga siap memfasilitasi dan mendukung beberapa permohonan pemilik lahan yang mengarah kepada kegiatan positif untuk mendukung program pemerintah. Sedangkan untuk para pekerja asusila yang selama ini mengais rejeki di Aseman dan Gunung Lawu.

Bupati memerintahkan Dinas Sosial untuk melakukan pembinaan dan kemudian dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. “Kami sudah melayangkan teguran pertama kepada pemilik wisma. Total ada 35 wisma yang beroperasi di lokalisasi Asemen dan Gunung Lawu. Dari pengarahan dan pembinaan yang selama ini telah dilakukan, ada beberapa wisma yang menyatakan siap menutup sendiri operasional tempat itu,” paparnya.

Suryanegara menegaskan, dua kawasan tersebut ditargetkan sudah terbebas dari kegiatan prostitusi pada Desember mendatang. “Saat ini kami sedang melakukan tahapan sesuai prosedur, mulai dari peringatan pertama hingga ketiga,” tegasnya. (BTN/kmb)

READ  Walikota Rai Mantra Resmikan Bale Banjar Kaliungu Kelod


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana