Monkey Forest Ubud Berbenah

Monkey Forest Ubud Berbenah

Anjloknya kunjungan wisatawan sebagai imbas aktivitas Gunung Agung tidak membuat pengelola objek wisata Mandala Suci Wanara Wana atau lebih dikenal Monkey Forest, Ubud, patah semangat. Di masa sulit saat ini, mereka memanfaatkannya untuk melakukan pembenahan di berbagai bidang. Manajer Monkey Forest, Ubud, Nyoman Buana, Selasa (5/12) , mengungkapkan dengan minimnya jumlah kunjungan wisatawan, pihaknya lebih

Anjloknya kunjungan wisatawan sebagai imbas aktivitas Gunung Agung tidak membuat pengelola objek wisata Mandala Suci Wanara Wana atau lebih dikenal Monkey Forest, Ubud, patah semangat. Di masa sulit saat ini, mereka memanfaatkannya untuk melakukan pembenahan di berbagai bidang.

Manajer Monkey Forest, Ubud, Nyoman Buana, Selasa (5/12) , mengungkapkan dengan minimnya jumlah kunjungan wisatawan, pihaknya lebih leluasa melakukan pembenahan. Pembenahan terutama berupa perbaikan dan peningkatan fasilitas objek wisata seperti perbaikan jalan setapak, jalur penyandang disabilitas hingga penghutanan kembali kawasan yang sebelumnya jadi areal parkir. ‘’Sekarang lebih mudah melakukan perbaikan karena kunjungan agak renggang. Kalau hari biasa yang padat kunjungan itu, cukup sulit mengatur pekerjaan,’’ kata Buana.

Ditegaskannya, perbaikan di objek wisata ini sudah diagendakan sejak tahun 2016. Namun, beberapa kali tertunda karena padatnya kunjungan wisatawan. ‘’Dalam situasi beginilah kita ada waktu maksimal melakukan pembenahan. Jadi, begitu kondisi Gunung Agung membaik dan pengunjung kembali, kita sudah siap dengan objek kunjungan yang lebih baik,’’ terangnya.

Buana mengungkapkan, saat situasi normal, pada hari biasa kunjungan wisatawan ke Monkey Forest bisa mencapai 4.000 orang per hari. Sementara jika high season, bisa melebihi 5.000 orang. ‘’Apalagi kalau sudah memasuki Desember. Seperti tahun lalu, padat sekali. Kalau masuk ke dalam, yang terlihat hanya kepala orang,’’ ujarnya.

Dijelaskannya, semenjak aktifnya Gunung Agung yang dibarengi dengan beberapa hari penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, tingkat kunjungan ke objek wisata itu merosot tajam. ‘’Kalau sekarang, kunjungan per hari masih seribuan. Kunjungan paling rendah tercatat 1.008 wisatawan per hari,’’ katanya.

Dominan yang membatalkan kunjungan adalah wisatawan yang berlibur menggunakan travel agent. Sementara wisatawan yang mengagendakan liburan secara pribadi, tetap melanjutkan agenda berliburnya. ‘’Jadi, wisatawan yang liburan secara pribadi ini tetap menikmati kunjungan di Bali,’’ ungkapnya.

READ  Pakar dari AS Bantu Penanganan Sampah di Denpasar

Dijelaskannya lebih lanjut, banyak wisatawan yang sudah melek informasi terkait bencana Gunung Agung. Tidak sedikit dari wisatawan yang mempertimbangkan jarak Gunung Agung ke Ubud mencapai 51 km atau masih sangat aman dikunjungi. Hal inilah yang membuat pihaknya optimis, jelang akhir tahun masih banyak wisatawan yang berlibur ke Bali.‘’Kita hitung saat ini masih ada 4.000-an wisatawan yang masuk lewat bandara. Dari jumlah itu, 25 persennya pasti berkunjung ke Ubud khususnya Monkey Forest,’’ ujarnya. (BTN/kmb)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Lataliana Villa

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana