HUT Ke-13 UHA Gelar Ubud Chef Competition

HUT Ke-13 UHA Gelar Ubud Chef Competition

Di hotel dan restoran tempatnya bekerja, para chef ini tergolong masih junior. Tetapi, ketika dihadapkan pada satu kompetisi, mereka bukan pemula lagi. Lihat saja, kemampuannya dalam mengolah menu hingga menyajikan. Penampilan yang sangat cantik, rapi, kreatif dan enak. Mereka mampu menyajikan menu-menu baru dengan olahan yang tergolong anyar. Maka jangan heran, setelah para pengunjung diberi

Di hotel dan restoran tempatnya bekerja, para chef ini tergolong masih junior. Tetapi, ketika dihadapkan pada satu kompetisi, mereka bukan pemula lagi. Lihat saja, kemampuannya dalam mengolah menu hingga menyajikan. Penampilan yang sangat cantik, rapi, kreatif dan enak. Mereka mampu menyajikan menu-menu baru dengan olahan yang tergolong anyar. Maka jangan heran, setelah para pengunjung diberi kesempatan mencicipi, semuanya bilang wow…

Itulah suasana Ubud Chef Competition yang digelar oleh Ubud Hotel Association (UHA) di Baleng Udang Ubud, Sabtu (9/12). Lomba untuk memeriahkan Hari Ulang tahun (HUT) ke-13 UHA itu diikuti oleh 30 peserta. “Kami memang mambatasi peserta mengingat, lokasi untuk lomba itu belum memadai. Mudah-mudahan, tahun depan kami bisa melibatkan lebih banyak chef-chef muda,” kata Ketua UHA Adit Pande.

Lomba masak ini mengangkat tema Balinese Cocking. Karena itu, para peserta harus membuat masakan Bali dengan bahan utama adalah ikan mujair dan belut. Menjadi tantangan para peserta adalah mengolah masakan Bali dengan bumbu local, namun boisa dinimati oleh wisatawan mancanegara. “Tujuan lomba ini mengangkat para chef junior ke level yang lebih tinggi sehingga dapat menumbuhkan percaya diri mereka,” ujar Adit Pande.

Wisatawan mancenagara yang berwisata ke Pulau Dewata sekitar 80 persen belum merasakan ke Bali, jika belum sempat menyantap masakan Bali. Turis tidak begitu kenal dengan masakan Bali dan Indonesia pada umunya. Hal itu tak seperti berwisata ke Thailand yang menyuguhkan menu-menu khas negara tersebut. “Bali memiliki berbagai menu enak, hanya saja kurang dipromosikan. Hotel-hotel jarang yang menyajikan masakan Bali,” kata Adit Pande.

Di kawasan wisata Ubud ada banyak restoran yang menyajikan menu-menu lokal, seperti Merah Putih, Sang Saka, dan Nusantara. Masakan Bali dikatakan pedas itu tidak benar, sebab menu yang disajikan itu dipisah dengan sambal, sehingga para penikmat bisa menakar sendiri sesuai dengan selera. “Masakan Bali mesti lebih dipromosikan kepada wisatawan, seperti halnya di Thailand dan Malasyia mereka menyajikan masakan negaranya sendiri,” ucapnya.

READ  Teluk Benoa Terusik Lagi, JBT Ingin Kapling 30.000 M2 untuk ‘’Meeting Point’’

Ketua Panitia, Gede Paskara Karilo mengatakan, dalam lomba ini melibatkan 5 juri yang merupakan chef senior UHA. Lomba masak ini juga untuk mengangkat masakan local Bali, sehingga diminati masyarakat asing. “Menu-menu Bali sesungguhnya sudah diterima oleh masyarakat asing,  tetapi kita saja yang belum memasarkan. Menu-menu hotel ditekankan pada menu-menu western saja,” ucapnya.

Ubud Chef Competition menetapkan I Nyoman Suartana (Kayu Manis Ubud) sebagai Top Scored, I Wayan Arinarta (Alaya Resort Ubud) sebagai 1st Runner Up, I Wayan Erik Hendrawan (Santi Mandala Villa) sebagai 2nd Runner Up, I Ketut Redana (The Kayon Resort) sebagai 3rd Runner Up, Made Sumini (Sri Ratih Cottage) sebagai 4th Runner Up dan IB Made Dwijendra (Shankara Resort) sebagai 5th Runner up. (BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana