Air, Pembagian Zona Taman Mumbul

Air, Pembagian Zona Taman Mumbul

Air…,ya air. Tetapi,  tempat yang berbeda-beda memberikan penyebutan air itu dengan nama yang beda pula. Konsep air itulah yang akan menjadi konsep pengembangan Daya Tarik Wisata (DTW) Taman Mumbul, Sangeh. “Taman Mumbul akan dikemas menjadi tiga zona yaitu Utama Mandala dinamakan zona MANDALA TIRTA, Madia Mandala zona MANDALA TOYA dan Nista Mandala zona MANDALA YEH,”

Air…,ya air. Tetapi,  tempat yang berbeda-beda memberikan penyebutan air itu dengan nama yang beda pula. Konsep air itulah yang akan menjadi konsep pengembangan Daya Tarik Wisata (DTW) Taman Mumbul, Sangeh. “Taman Mumbul akan dikemas menjadi tiga zona yaitu Utama Mandala dinamakan zona MANDALA TIRTA, Madia Mandala zona MANDALA TOYA dan Nista Mandala zona MANDALA YEH,” kata Jero Bendesa Adat Sangeh, Ida Bagus Dipayana.

Kawasan Mandala tirta merupakan kawasan yang suci karena terdapat beberapa pura, seperti Pura Ulun Suwi, Pura Taman Beji, Pura Segara Kelebutan, Pura Ratu Gede, Pura Taman Mumbul, Pura Ratu Niang dan Pura Bebaturan untuk memuja Wong Samar (mahluk gaib). Air yang ada khusus untuk upacara.  “Semua pura ini memiliki fungsi masing-masing, namun semua itu memiliki tujuan untuk menjaga alam dan keselamatan masyarakat Sangeh,” ucapnya.

Pada mandala toya terdapat Pura Taman  dan Pura Penglukatan yang ditandai dengan pancoran solas (11). Disinilah warga masyarakat untuk melakukan pembersihan, secara sekala dan niskala dengan prasarana sesajen. “Saat libur tahun baru kemarin jumlah kunjungan wisatawan membkudak, mereka kebanyakan masyarakat lokal yang melakukan pembersihan melukat. Saat itu,  Desa Ada Sangeh ada pemasukan 33 juta,” imbuhnya.

Mandala yeh khusus dirancang untuk atraksi wisata air.  Pada areal itu akan dibuatkan perosotan, kolam aneka bermain, dan dilengkapi restoran. Pembangunan atraksi wisata ini mengedepankan ornamen tradisional,sehingga tampak alami. Wujudnya tidak modern karena nengedepankan keasrian desa sehingga ada batu batuan,  tumbuhan lokal dan pendukung tradisional lainnya. “Jujur, tahun 2018 ini kami belum bisa mewujudkannya walau sudah ada gambar yang pasti,” pungkasnya. (BTN/bud)

READ  Dunia Kreatif Topeng Barong dari Kardus dan Koran Bekas


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Furama Ubud

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana