Heritage City Tour, Ada Bule “Ngulat Tipat

Heritage City Tour, Ada Bule “Ngulat Tipat

Asyik, ya… memang asyik! Berwisata di Kota Denpasar lewat program Heritage City Tour dapat menciptakan sebuah pengalaman unik. Setiap tempat yang dikunjungi membeberkan kisah panjang, klasik dan sarat pesan. Apalagi, ada program mengenal dan belajar seni dan budaya Bali tentu akan melengkapi setiap catatan berwisata di Pulau Dewata. Pengalaman unik itu pasti melekat sepanjang jaman, sebab dilatih

Asyik, ya… memang asyik! Berwisata di Kota Denpasar lewat program Heritage City Tour dapat menciptakan sebuah pengalaman unik. Setiap tempat yang dikunjungi membeberkan kisah panjang, klasik dan sarat pesan. Apalagi, ada program mengenal dan belajar seni dan budaya Bali tentu akan melengkapi setiap catatan berwisata di Pulau Dewata. Pengalaman unik itu pasti melekat sepanjang jaman, sebab dilatih dengan rasa, tulus yang mengedepankan etika juga rasa persaudaraan.

Lihat saja, aktivitas wisatawan mancanegara yang mengikuti kegiatan Heritage City Tour di Puri Jero Kuta dan kawasan Banjar Belaluan yang menjadi kawasan City Tour Denpasar, Selasa (10/1). Puluhan wisatawan itu tengah menikmati berbagai atraksi budaya yang biasa dilakukan masyarakat Bali. Dengan naik dokar, alat transportrasi tradisional di Denpasar mereka berkunjung mengelilingi obyek yang ada, seperti pura, puri dan pasar.

Setelah sampai di Puri Jero Kuta dan Banjar Belaluan, para wisatawan ini disuguhkan berbagai atraksi seni, seperti menari, menabuh hingga mejejahitan. Mereka tak hanya melihat, tetapi juga diberikan kesempatan mencoba belajar menari, majejahitan (membuat canang), ngulat tipat, dan membuat penjor. “Program ini telah berjalan berkesinambungan dalam program City Tour Denpasar,” kata Kadek Jango Pramartha seniman kartun Denpasar asal Banjar Belaluan Sadmertha selaku koordinator kegiatan.

Untuk tahun ini, jelas Jango, diikuti 18 orang siswa dari University of Western Australia (UWA) dengan program “Bali Studio Visa 2270” sebuah kegiatan mengenal Bali yang dimulai dari tanggal 8 – 18 Januari 2018. “Sebelumnya, kegiatan wisman yang datang berkesempatan mengikuti pelatihan dan pengenalan aktivitas kegiatan di Banjar Sadmerta, seperti melukis, menari, menabuh hingga kegiatan melayangan dengan melibatkan sekaa teruna,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dilakukan di Puri Jero Kuta Denpasar. Namun, kegiatan itu diawali dengan melukat di Padang Galak dilanjutkan dengan kartun presentation, belajar mejejahitan di Puri Jero Kuta dan persembahyangan bersama di Pura Maospahit. “Keterlibatan wisatawan Australia ini ingin mengetahui lebih dekat obyek City Tour Denpasar. Mereka melihat dan mempelajari arsitektur bangunan yang ada serta menyaksikan aktivitas masyarakat didalamnya,” jelasnya.

READ  Soal Bagi Hasil PHR, Dewan Usulkan Pemprov Tak Diberi Bagian

Kadis Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani mengatakan, kawasan City Tour Kota Denpasar terus dilakukan pengembangan oleh Walikota Rai Mantra dan Wawali Jaya Negara dimana salah satunya dalam pendirian Denpasar Art Space sebagai ruang berpameran insan seni Kota Denpasar yang dapat dinikmati wisman. Wisatawan dapat mengelilingi kawasan City Tour dengan arsitektur-arsitektur pura, puri dan pasar. “Pelaksanaan program pariwisata di Kota Denpasar tak terlepas dalam keterlibatan partisipasi dari seluruh masyarakat baik dari kegiatan pelestarian, dan penguatan budaya, infrastruktur, kebersihan, sosial, keamanan dan ketertiban hingga pendidikan,” paparnya. (BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Duuran Gemilang – United Colour of Pottery

Latest Posts

Most Commented

Wapa Di Ume
Soham Welness Center
Pramana