Kaji Peraturan Terkait Keselamatan Fasilitas Radiasi dan Sumber Radioaktif

Kaji Peraturan Terkait Keselamatan Fasilitas Radiasi dan Sumber Radioaktif

Badan Pengawas tenaga Nuklir (BAPETAN) menggelar International Atomic Energy Agency (IAEA) Expert Mission to review regulations concerning the safety of radiation sources and facilities di Hotel Haven, Senin (12/2).  Acara yang menghadirkan Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission of the IAEA (International Atomic Energy Agency) itu berlangsung selama empat hari dari tanggal 12-15 Pebruari 2018.

Badan Pengawas tenaga Nuklir (BAPETAN) menggelar International Atomic Energy Agency (IAEA) Expert Mission to review regulations concerning the safety of radiation sources and facilities di Hotel Haven, Senin (12/2).  Acara yang menghadirkan Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission of the IAEA (International Atomic Energy Agency) itu berlangsung selama empat hari dari tanggal 12-15 Pebruari 2018.

Kepala BAPETAN, Jazi Eko Istiyanto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut beberapa rekomendasi dari hasil IAEA – Integrated regulatory review service (IRRS) Mission 2015, serta untuk mempersiapkan dan menjembatani Follow-up Mission tahun 2019 terutama untuk aspek keselamatan sumber dan fasilitas radiasi. “Tujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tindakan yang perlu direncanakan atau dilaksanakan oleh BAPETAN,” katanya.

Hasil evalusi ini untuk dapat memenuhi rekomendasi atau saran yang diperoleh dari kegiatan IAEA – Integrated Regulatory Review Service (IRRS) Mission. “Ini juga untuk memberikan kesempatan bagi semua stakeholders dalam mendapatkan informasi tentang semua tindak lanjut yang direncanakan atau sudah dilakukan,” imbuhnya.

Dan yang terpenting, tegas Jazi Eko Istiyanto, adalah untuk meyakinkan pengguna atau pemanfaat teknologi nuklir, bahwa aspek pengawasan selalu direview dan ditingkatkan hingga mencapai standar tertentu sesuai ketentuan internasional dan bahwa bila bahkan melebihi, dapat digunakan sebagai good practice.

Sementara Direktur Pengawasan Faslitas, Ishak mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi dan standar internasional dalam pemanfaatan teknologi nuklir, BAPETAN sebagai badan pengawas tenaga nuklir di Indonesia, perlu terus memperbaiki infrastruktur pengawasnnya. Diantaranya berupa peraturan-peraturan terkait pengawasan tenaga nuklir untuk menjamin keselamatan dan keamanan bagi pengguna masyarakat dan lingkungan.

BAPETAN segaja mengundang IRRS Mission of the IAEA untuk mendapatkan evaluasi yang obyektif mengenai fungsi dan aktivitas pengawasannya sesuai dengan standar keselamatan internasional. IAEA-IRRS Mision telah dilakukan pada tahun 2015, dan telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang harus ditindak lanjuti oleh BAPETAN. “Setelah pelaksanaan IAEA-IRRS Mision adalah IAEA-IRRS Follow-up Mision yang biasanya dilakukan sekitar 4 tahun paska dilaksanakannya IRRS Mision, yaitu tahun 2019,” ucapnya. (BTN/bud)

READ  Asita Khawatirkan Kondisi Pulau Komodo Mengapa?


Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Bebek Sungai

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana