Wisatawan Asal Belanda Kepincut Konsep Hijau Griya Santrian Sanur

Wisatawan Asal Belanda Kepincut Konsep Hijau Griya Santrian Sanur

Akomodasi di kawasan wisata Sanur sering kali menjadi pilihan bagi wisatawan mancanegara untuk tinggal lebih lama. Tak hanya waktu menginap yang mencapai 1 – 2 bulan, tetapi juga kedatangannya berulang kali yang bisa mencapai 2 – 3 kali dalam setahun. “Tak hanya kental dengan budaya Bali, hotel ini juga memiliki spirit yang luar biasa,” kata

Akomodasi di kawasan wisata Sanur sering kali menjadi pilihan bagi wisatawan mancanegara untuk tinggal lebih lama. Tak hanya waktu menginap yang mencapai 1 – 2 bulan, tetapi juga kedatangannya berulang kali yang bisa mencapai 2 – 3 kali dalam setahun. “Tak hanya kental dengan budaya Bali, hotel ini juga memiliki spirit yang luar biasa,” kata wisatawan rombongan asal Belanda ini kompak ketika ditemui Bali Travel News di Griya Santrian Resort & Spa, Selasa (13/2).

Wisatawan Belanda itu adalah Mr. Joannes Jacobus Houps dan Mrs. Yvonne Josephina Bredewold yang telah menginap sebanyak 20 kali. Sedangkan Mr. Jelle Auke Visser Mrs. Cornelia Geertruida Okkema NetherlandsMr. Johannes Wilhelmus Ockhuysen dan Mrs. Johanna Maria Bakker, serta Mr. Jan Pieter De Bruijn dan Mrs. Janna Maria Kappetijn rata-rata telah berjunkung sebanyak 10 kali. “Kami sudah menganggap Griya Santrian ini rumah kami yang kedua,” sebut mereka kompak lagi.

Mr. Jelle Auke Visser lalu mengatakan, orang-orang di hotel ini sangat ramah. Mereka memiliki manajeman dalam melayani serta perhatian terhadap para tamunya. Tanpa banyak bicara, orang-orang di hotel ini langsung melayani. Mereka sangat mengerti dengan kebiasaan tamu, sehingga tahu cara menjaga pelayanannya serta melayani wisatawan tergolong repeater. “Staff dengan tamu sudah saling mengerti, sehingga tak perlu minta, tetapi sudah disiapkan. Kadang-kadang ada surprise (kejutan) ,” imbuhnya meyakinkan.

Mr. Joannes Jacobus Houps dan Mrs. Yvonne Josephina Bredewold mengaku, senang dengan hotel yang memiliki garden. Apalagi, tumbuhannya merupakan tanaman local yang tergolong langka sungguh memberikan fibrasi positif. Pohon-pohon besar yang rindang dilengkapi dengan nama dan keterangan lainnya. “Adanya kebun berarti ada view yang indah, ada ruang kosong untuk bersosialisasi dan sejuk. Hotel ini memiliki program mengajak tamu menanam pohon,” ucapnya.

READ  Bangli Aman Dikunjungi Wisatawan

Tak hanya itu, Mr. Johannes Wilhelmus Ockhuysen dan Mrs. Johanna Maria Bakker menimpali pembicaraan, hotel ini memiliki kamar luas dan bersih. Aktivitas budaya masih ada, salah satu contohnya adanya pameran pada ruang yang khusus (gallery). Aktivitas rutin pemangku melaksanakan upacara mebanten di tempat-tempat suci atau tempat yang dipercaya keramat. “Semua itu membuktikan pengelola hotel ini mengedepankan kearipan local. Kami suka semua itu,” paparnya.

Itu artinya, orang-orang disini tak hanya menjaga hubungan baik dengan para staf dan karyawannya, tetapi juga menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan-nya. Masyarakat peduli dengan hotel yang ada di lingkungannya, demikian pula hotel sangat memperhatikan masyarakat sekitar. “Interaksi pihak hotel dengan masyarakat setempat sangat terasa di Sanur. Saat kami jalan-jalan, di restoran serta di Pasar Sindu ada makanan lokal Bali dan Indonesia. disana ada interaksi masyarakat dengan wisatawan. Kalau itu penerapan dari konsep green hotel, itu memang bagus,” ujarnya. (BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Bebek Sungai

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana