Difabel Mewirama

Difabel Mewirama

Mewirama, melantunkan lagu-lagu tradisional Bali sangat pasih dilakukan oleh puluhan Difabel. Masing-masing peserta menampilkan kemampuan dalam olah vocal, meliputi melodi dan cengkok. Itulah suasana Utsawa Dharma Gita (UDG) Disabilitas se-Bali digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar. Lomba dalam rangka menyambut HUT ke-230 Kota Denpasar itu dibuka langsung Kadis Sosial Kota Denpasar, Made

Mewirama, melantunkan lagu-lagu tradisional Bali sangat pasih dilakukan oleh puluhan Difabel. Masing-masing peserta menampilkan kemampuan dalam olah vocal, meliputi melodi dan cengkok. Itulah suasana Utsawa Dharma Gita (UDG) Disabilitas se-Bali digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar. Lomba dalam rangka menyambut HUT ke-230 Kota Denpasar itu dibuka langsung Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya mewakili Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra di Wantilan Taman Budaya Denpasar, Rabu (14/2).

UDG Disabilitas ke-13 tahun 2018 ini diikuti oleh 35 peserta Kategori Sekar Alit dan 10 pasang Kategori Sekar Agung. Keseluruhan peserta berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Bali. UDG kali ini sedianya akan memperebutkan Juara I, II, III untuk kategori Sekar Alit dan Sekar Agung serta Juara Umum yang memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar. Peserta yang terpilih sebagai juara diberikan piala, piagam dan uang pembinaan.

Made Mertajaya mengatakan, ajang ini merupakan upaya untuk mempertemukan penyandang difabel dalam rangka menjalin silaturahmi antar penyandang disabilitas se-Bali. Ajang ini bukanlah untuk mencari juara saja, melainkan untuk memberikan penekanan ajaran agama sehingga penyandang Disabilitas turut memiliki ruang dalam masyarakat Bali. “Dengan mempunyai kemampuan tambahan ini nantinya penyandang disabilitas dapat turut serta ngayah di masyarakat,” paparnya.

UDG ini, jelas Made Mertajaya merupakan salah satu sarana dalam menunjang pelestarian kesenian dan budaya Bali, utamanya dalam bidang kesusatraan Bali. UDG juga salah satu cara untuk mempelajari, melestarikan, mengembangkan serta menerapkan kebudayaan Bali yang adi luhung. Dharma Gita merupakan bagian dari implementasi ajaran Agama Hindu. “Melestarikan Dharma Gita merupakan upaya memahami ajaran Agama Hindu,” katanya.

Ketua Panitia I Wayan Masir mengapresiasi upaya Pemkot Denpasar dalam memberikan ruang kepada penyandang disabilitas. Salah satunya UDG Disabilitas ini, sehingga penyandang disabilitas lebih bersemangat dalam keseharianya. “Saya bererimakasih kepada Pemkot Denpasar yang telah memberikan wadah untuk penyandang disabilitas bertemu dan berkompetisi, Denpasar satu-satunya daerah di Bali yang memiliki UDG khusus Disabilitas,” pungkasnya.

READ  Trump Investasi Satu Miliar Dolar di Bali

Sementara Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Denpasar Wayan Kindra mengatakan, menilai upaya ini dapat membangkitkan semangat penyandang disabilitas dalam menjalani hari-hari. “Saya berterimakasih atas terselenggaranya acara ini secara rutin setiap tahun,” pungkasnya. (BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Bebek Sungai

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana