Joged Jaruh, Pengakuan Unesco Bisa Dicabut

Joged Jaruh, Pengakuan Unesco Bisa Dicabut

Memang banyak ruginya kalau membiarkan joged bumbung jaruh atau seronok itu terus berkembang. Hal itu dapat merusak mental para generasi serta merusak ranah budaya Bali “Kalau joged jaruh ini dibiarkan begitu saja, kita khawatirkan Badan Organisasi UNESCO yang telah menetapkan 9 tarian Bali sebagai warisan budaya dunia khususnya joged bisa dicabut,” kata Prof. Dr I

Memang banyak ruginya kalau membiarkan joged bumbung jaruh atau seronok itu terus berkembang. Hal itu dapat merusak mental para generasi serta merusak ranah budaya Bali “Kalau joged jaruh ini dibiarkan begitu saja, kita khawatirkan Badan Organisasi UNESCO yang telah menetapkan 9 tarian Bali sebagai warisan budaya dunia khususnya joged bisa dicabut,” kata Prof. Dr I Wayan Dibia, anggota Tim Pembinaan dan Pemantauan Tari Joged Bumbung Provinsi Bali di Museum Subak, Pantai Masceti, Gianyar, Rabu (14/2).

Untuk itu, lanjut Prof Dibia para komponen di Gianyar agar kembali memberikan ruang joged tradisi untuk tampil. Apalagi joged tradisi di kota seni ini sangat banyak. “Gianyar harus diingatkan basis joged tradisi. Sekaa sekaa joged jangan melayani joged jaruh. Penari juga jangan lagi melayani joged jaruh. Sesuaikan tari joged itu dalam penampilan di ruang yang tepat, jangan tampilkan joged saat odalan,” sambung Guru Besar ISI itu.

Budayawan Prof.Dr I Made Bandem juga mengatakan hal yang sama. Ia sangat menyayangkan kalau joged ini tidak bisa diberantas. Ancamannya maka pengakuan UNESCO bisa dicabut. Untuk itu, dirinya siap melakukan gerakan bersama dengan cara melakukan protes ke pihak YouTube di Amerika. “Caranya libatkan mahasiswa, pelajar di Gianyar, untuk mengikuti peretasan upaya legal reporting dan plaging secara serentak. Apabila upaya ini dilakukan protes joged seronok dalam jumlah yang banyak, maka pihak YouTube akan langsung menghapusnya,” ucapnya.

Jro  Gede Suwena dari MUDP Bali kemudian meminta untuk menghentikan joged jaruh diperlukan  aksi atau tindakan nyata. “Kami mengajak pemimpin desa Pakraman, Kelian,, berkordinasi  dengan aparat kepolisian, TNI tingkat  desa agar berbuat lebih serius mengawasi joged ini agar tidak menyalahi etika karena joged jaruh ini sejatinya adalah penistaan budaya, kami mendorong untuk  membuat perarem, buatkan sanksi. Jangan dibiarkan, tidak boleh sendiri sendiri,” tegasnya.

READ  Evaluasi Green Hotel jadikan momentum menuju Sustainable Tourism

Pada saat pembinaan dan pemantauan joged bumbung di Kabupaten Gianyar itu hadir pula Tim Provinsi Bali yang lain, seperti Dewa Megawasa dari Polda Bali dan  Listibya Bali Dr I Nyoman Astita.Sementara dari Kabupaten Gianyar dihadiri Kabid Kesenian Disbud Gianyar A.A Gede Agung, Majelis Madya, Listibya, Sanggar Joged, Bendesa, Prebekel, Departemen Agama dan tokoh masyarakat. (BTN/bud)



Destination

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply
Bebek Sungai

Latest Posts

Most Commented

Soham Welness Center
Wapa Di Ume
Pramana