1-3 Oktober 2021, “Performance Klub Bali” di Tonyraka Art Gallery Ubud

1-3 Oktober 2021, “Performance Klub Bali” di Tonyraka Art Gallery Ubud

Perupa kreatif asal Bali bakal menyajikan “Performance Klub Bali” di Tonyraka Art Gallery, Mas – Ubud selama tiga hari, 1 – 3 October 2021 mulai pukul 10.00-12.00 Wita dalam setiap harinya. Sajian seni dengan judul Seni Era Krisis & Paska Pandemi itu dipastikan bakal menarik. Sebab, pertunjukan seni itu menampilkan kreativitas seni rupa yang tak hanya berbentuk pameran, tetapi juga didalamnya ada workshop, diskusi dan performance. “Performance kali ini berbentuk kolaborasi yang mengupas seni melalui teori, pratek dan pementasan,” kata I Kadek Dedy Sumantra Yasa, Rabu (29/9).

Performance Klub Bali ini menampilkan Artist Iwan Wijono dan artis sebagai participant, seperti I kadek Dedy Sumantra Yasa, I Ketut Putrayasa, I Made Muliana (Bayak) dan lainnya. Pada hari pertama, 1 Oktober bakal menyajikan workshop dengan narasumber Iwan Wijono. Acara ini tidak hanya memberikan materi saja, tetapi juga menerima masukan dari peserta, sehinggamenjadi sebuah seni yang hidup. Hari kedua, ada diskusi yang mengupas Seni Era Krisis & Paska Pandemi, sementara pada hari ketiga menampilkan performance yang bakalan menampilkan ide-ide terkait dengan masa pandemic.

Kondisi Pandemi ‘New Normal’ (ikut protokol kesehatan dan kesadaran baru), mengandung pesan semester untuk ‘ber kesadaran lebih’ memahami konteks diri bagian masyarakat dan Alam. Pembersihan diri keep dalam, memahami apa yang terjadi di luar dunia baru apa setelah pandemic. Padahal kondisi itu abnormal (peradaban bunch diri), peradaban dijalankan dengan sistem mekanisme pasar yang eksploitatif, tampa kesadaran keseimbangan hubungan antara manusia, dengan alam, maupun dalam perspektif lebih luas sebagai hubungan seimbang dengan inti suci/holy soul.

Seni tradisi dikembangkan menjadi aeni pariwisata, seni baru atau kekinian biasanya disebut kontemporer. Umumnya, Seni Pop-Trendy-Global, keduanya menjadi pasif ketika dunia sedang krisis mekanisme pasar terhenti bagaimana berkarya seni kontekstual mass krisis dan paska Pandemik dengan masyarakat mempunyai peradaban normal sewajarnya. Memelihara keseimbangan hubungan manusia dengan elemen kehidupan. Seni berkesenian tidak selalu harus menggunakan media Seni, tidak selalu harus di tampilkan dalam ruang Seni, keindahan bukan pada media dan teknis tapi kepada peristiwa Seni sebagai bagian kehidupan sehari- hari. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us