17 Tahun UHA, Gelar Berbagai Kegiatan, Buktikan Makin Kuat Lalui Badai Pandemi

17 Tahun UHA, Gelar Berbagai Kegiatan,  Buktikan Makin Kuat Lalui Badai Pandemi

Perayaan Sweet Seventeen Ubud Hotels Association (UHA) berlangsung dengan kebersamaan, penuh semangat dan diwarnai keceriaan. Meski hampir 2 tahun pandemi Covid-19 mengikis semangat juang mereka dalam dunia hospitality, namun semua itu seakan tak menjadi kendala, sehingga mewujudkan menggeliatkan pariwisata tetap dilakukan. Itulah suasana peringatakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 UHA yang berlangsung di Tanah Gajah Resort Ubud, Jumat (17/12).

Kegiatan ini menginspirasi dan memperkuat persaudaraan antar property. Satu kalimat sederhana yang sangat bermakna untuk mendeskripsikan UHA yang kini memasuki angka 17 tahun. Ya, 17 Desember 2021 untuk 17th Anniversary UHA. Usia yang sedang mengalami transisi bagi manusia dari remaja ke pendewasaan diri. “Begitu pula usia transisi dari normal ke new normal bagi UHA yang hingga kini belum lepas dari masa pandemi,” kata Founder UHA, Pande.

Semenjak tahun 2004, disinya bersama empat rekan lainnya bertekad untuk membuat wadah yang bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang lebih profesional dibidang pariwisata khususnya di daerah Ubud.. Selain menyiapkan SDM yang profesional juga membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara teman-teman hotel di Ubud. “Kami bangga dengan UHA yang masih eksis hingga sekarang dengan dan tidak terlihat adanya persaingan satu hotel dengan lainnya, yang terlihat adalah kuatkan persaudaraan dan toleransi dari masing-masing member,” ucapnya.

Chairman UHA, Gede Karilo berharap, semoga melalui peringatan 17 tahun UHA berdiri saat ini akan menjadi lebih menyatu dan lebih kreatif untuk berperang melawan situasi dan kondisi saat ini. “Kita tidak bisa terbiasa nyaman dengan tamu-tamu internasional. Sekarang kesempatan kita mengenalkan property di Ubud, bahwa Hotel Ubud yang citranya exclusive dan mahal, justru juga sangat bisa dijangkau oleh wisatawan domestic,” je;asnya penuh semangat.

Ketua panitia Putu Surya mengaku sangat bangga karena dipercaya untuk mengkordinatori acara HUT UHA. Pihaknya ingin pada acara hari ini seluruh UHA member merasakan kembali bagaimana hangatnya tali persaudaraan, memotivasi satu sama lain. “Melalui acara ini, kami semua semakin semangat dan kuat untuk melalui badai pandemi ini,” ujarnya dengan nada penuh semangat.

Peringatan 17 tahun UHA kali ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Bina Wisata Ubud, dan juga perwakilan UHA member. Pada puncak acara HUT disii dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dalam lomba. “Semua juara kami undang kembali untuk mengambil piala bergilir, piala tetap, piagam, dan hadiah uang tunai sekaligus ikut memeriahkan hari jadi UHA ke-17 tahun. Itu pula merupakan bentuk support dan semangat dari UHA member agar tidak pernah menyerah dalam kondisi apapun,’ imbuh Bendahara UHA periode 2018 – 2021 itu.

Sebagai kilas balik perjalanan UHA berbagai program telah dilakukan dari tahun ke tahun yang bertujuan untuk meningkatkan semangat para UHA member. Ketika pandemi melanda dunia pariwisata, UHA menggelar Bazaar Sembako selama tiga kali, Gathering yang dilakukan 2-3 bulan sekal.

Event regular merupakan rangkaian UHA 17th Anniversary yaitu Ubud Chef and Latte Art Competition yang berlangsung di Bale Udang Mang Engking Ubud, amis, 16 Desember 2021. Kali ini merupakan kali ke-empat diadakannya, yang bertujuan mencari juru masak atau chef terbaik dan juga barista terbaik setiap tahunnya. Peserta diutamakan dari member UHA, namun pada tahun ini tidak menutup pintu bagi peserta diluar member UHA untuk ikut serta dalam kompetisi. Syarat mewakili sebuat property baik hotel maupun restaurant, belum pernah mengikuti kompetisi serupa sebelumnya, dan telah divaksin minimal tahap satu.

Ubud Chef Competition diikuti oleh 16 peserta melahirkan juara baru. Ni Ketut Kusniyati dan I Wayan Erik Hendrawan (Santi Madala Villa & Spa) meraih peringklat I, Kadek Karang Juliastra dan Wayan Yogi Pratama (Bisma Eight Hotels and Villas) pada perinmgkat II, dan I Wayan Ardiyasa Prayatna dan Ni Wayan Ari Astiti Putri (Amora Ubud Boutique Villas) sebagai peringkat ketiga. Dewan juri pada Ubud Chef Competition dari Bali Chef Community dan Pengusaha Food and Beverage dari Ubud, yaitu Chef Made Lugra, Chef Gde Juastra, dan Dewa Gede Putra.

Pada Latte Art Competition melahirkan juara baru, yakni Atika Nanda dari Dwaraka The Royal Villas yang merupakan satu-satunya peserta wanita sedari babak 6 besar sebagai Juara I. Juara II diraih I Wayan Sugihartawan dari The Apurva Kempinski Bali, dan juara III diraih oleh Sang Putu Ari Satya Purnama dari Wedja. Dewan juri pada Ubud Latte Art Competition merupakan barista senior yang telah biasa memboyong juara nasional, yaitu Rai Kusumayudha, Ayu Sukreni, dan Stephani Christanti. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us