23 Desa di Buleleng Sudah ODF

23 Desa di Buleleng Sudah ODF

Sebanyak 23 desa yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng, Bali telah mendeklarasikan dirinya menjadi desa Open Defication Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan. “ODF merupakan ajakan untuk tidak ada lagi masyarakat buang air besar sembarangan (BABS) dan selalu mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Ini adalah cerminan desa sehat dan terus ditingkatkan sehingga masyarakat terbebas dari penyakit yang diakibatkan oleh perilaku BABS dan stunting,” kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan, I Putu Karuna pada saat deklarasi Desa Jinengdalem, menjadi desa ODF di Gedung BUMDesa Dwi Amertha Sari, Senin (7/12).

Tujuan dari deklarasi ini adalah menuju desa sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). STBM adalah masyarakat telah melaksanakan sanitasi total dalam kehidupannya sehari-hari. Mewujudkan hal tersebut tentunya butuh proses dan dukungan semua pihak. “Melalui pembinaan–pembinaan ke masyarakat Di samping ketersediaan sarana sanitasi yang memadai, tentunya peran lintas sektoral dan lintas program sangatlah penting guna mencapai desa yang bersih, aman, nyaman dan sehat dari kotoran manusia,” ucapnya.

Saat dimintai keterangannya usai acara, Putu Karuna juga mengungkapkan, Deklarasi ODF yang digelar bukan deklarasi semata. Melainkan ada tindak lanjutnya dengan upaya bagaimana mewujudkan dan merealisasikan hal tersebut di Desa Jinengdalem. “Dengan adanya deklarasi ini mudah-mudahan masyarakat terutama perangkat desa, dapat menggerakkan masyarakatnya agar bisa semangat untuk mewujudkan ODF. Tercipta masyarakat yang sehat dan bebas dari penyakit,” terangnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Gede Suratanaya mengatakan, Deklarasi ODF ini masih terus berlangsung hingga tahun 2021 mendatang. Di tahun sebelumnya ada tujuh desa ODF. Beberapa hari ke depan akan ada tambahan dua desa lagi yang mendeklarasikan dirinya menjadi ODF. “Upaya tersebut terus dilakukan, mengingat Kota Singaraja berhasil meraih penghargaan ‘Kota Sehat 2019’ dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI kategori Swastisaba Padapa,” katanya.

Swastisaba Padapa merupakan kategori dengan dua indikator, yaitu permukiman, perumahan dan sarana prasarana sehat. Serta kesehatan masyarakat mandiri. “Dengan penghargaan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan di dua kategori, yaitu dalam bidang sanitasi sehat dan kesosialan,” pungkas Suratanaya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us