7 Air Terjun Menunggu Anda di Desa Sambangan. Tunggu Apa Lagi?

7 Air Terjun Menunggu Anda di Desa Sambangan. Tunggu Apa Lagi?

Di masa pandemi Covid-19 dan ditengaht menjalani tatananan kehidupan barui (New Normal, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tunjung Mekar Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng mungkin memiliki kerja yang lebih.

Maklum, Pokdarwis yang menaungi Daya Tarik Wisata (DTW) dan kelompok masyarakan yang bergerak dibidang pariwisata sedang gencar-gencarnya menerapkan program Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) yang menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan wisata. “Kami ingin menciptakan suasana aman dan nyaman ketika wisatawan berwisata ke DTW yang ada di Sambangan,” ungkap Ketua Pokdarwis, Dedi Sastra Wirawan, Kamis (24/12).

Pokdarwis Tunjung Mekar memiliki sejumlah DTW yang sudah menjadi tanggung jawab dalam membina dan mengarahkan agar tetap menjadi tujuan wisata yang berkualitas. DTW itu, seperti Air Terjun Aling-aling, Air Terjun Kroya, Air Terjun Kembar, Air Terjun Pucuk, Air Terjun Canging, Air Terjun Dedari, Air Terjun Tembok Barak dan kelompok pemandu wisata Darwis Adventure Team.

“Pokdarwis ini sebagai wadah untuk menampung segala kegiatan pariwisata yang ada di Desa Sambangan. DTW yang bernaung dibawah Pokdarwis wajib berkoordinasi kepada kami terhadap seluruh kegiatan, melaporkan data kunjungan, serta menyetor laporan kegiatan dan keuangan guna menjaga akuntablitas dan transparansi,” jelasnya.

Di samping itu, Pokdarwis Tunjung Mekar juga sebagai perpanjangan tangan langsung dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng. Program yang lebih fokus dilakukan saat ini, yakni pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku pariwisata, dan berkomitmen untuk melestarikan alam sesuai dengan konsep Sapta Pesona. “Kami, dalam hal ini memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan Desa Sambangan dalam hal pariwisata, sehingga terciptanya lapangan pekerjaan dan peningkatan taraf kesejahteraan terhadap masyarakat lokal,” papar pria kalem ini serius.

Lalu, sebagai upaya dalam pelaksanaan CHSE, Dedi mengatakan, setiap pos penjagaan DTW selalu mematuhi standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Persiapan itu disertai dengan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti penyidiaan tempat cuci tangan yang disebar di berbagai tempat, menekankan pemakaian masker untuk para pengunjung dan petugas lapangan, pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki areal objek, selalu menerapkan pembatasan jarak antar sesama serta melakukan penyemprotan disinfektan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. “Dalam kegiatan Prokes ini, selalu berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penannggulan Covid-19 di Desa Sambangan,” ungkapnya.

Dedi mengaku, dimasa pandemi ini pihaknya sangat merasakn dampaknya yang berakibat pada penurunan kunjungan ke Desa Sambangan. Hal ini jauh berbeda dengan data kunjungan di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan data kunjungan sampai hari ini masih sangat jauh dari target yang diharapkan. “Sesuai dengan surat edaran pemerintah daerah, kami menutup seluruh kegiatan wisata dan DTW di Desa Sambangan mulai tanggal 18 Maret 2020 dan dibuka kembali pada tanggal 9 Juli 2020. Saat ini, kami hanya mengharpakan kunujungan warga lokal dan domestik,” imbuhnya.

Untuk meyakinkan kunjungan wisatawan, pihaknya berharap kepada seluruh penglola DTW agar selalu mematuhi Prokes Covid-19 dalam kegiatan pariwisata. Masyarakat diharapkan mengerti dan mematuhi peraturan pemerintah terhadap situasi pandemi ini. “Kami berharap pemerintah daerah dan pusat segera membuka kembali penerbangan internasional agar situasi kunjungan kembali normal, seperti tahun-tahun sebelumnya,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us