72 ASN di Gianyar Dirotasi

72 ASN di Gianyar Dirotasi

Tiga tahun Gianyar di bawah kepemimpinan I Made Mahayastra terus berupaya melakukan percepatan birokrasi. Dengan berbagai evaluasi, Bupati Mahayastra merotasi 72 Aparatur Sipil Negara dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Senin (6/9).

Rotasi yang dilakukannya untuk mengisi jabatan yang lowong serta kebutuhan organisasi untuk mempercepat proses birokrasi, baik dari segi pelayanan maupun pembangunan. “Saya sampaikan, pertama rotasi dilakukan untuk mengisi jabatan yang lowong, kedua memang kebutuhan organisasi setelah 3 tahun ada evaluasi. Dalam evaluasi ada yang berprestasi kita promosikan atau kita geser ke tempat yang lebih pas. Ada juga evaluasi karena mereka tidak bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik seperti ada hal hal tercela atau hal lainnya,” ujarnya.

Bagi Bupati Mahayastra, setelah visi misi bupati menjadi suatu program, yang menjadikannya berhasil adalah birokrasi, sehingga dibutuhkan formasi yang bagus untuk menjalankan program.
“Mengatur ribuan orang sangat sulit, makanya kita perlu formasi yang pas. Karena sebagus apapun program visi misi bupati yang tertuang dalam RPJMD kalau mesinnya tidak bekerja dengan baik tidak akan berjalan,” imbuhnya.

Ditanya mengenai perombakan besar-besaran pada Dinas Kesehatan, Bupati Mahayastra mengaku kurang puas dengan kinerja Dinas Kesehatan. ”Dinas Kesehatan memang dari awal saya sudah peringatkan setelah sebenarnya 3 atau 6 bulan mereka sudah bisa running namun sampai sekarang manajemennya tidak bagus, sehingga saya menaruh orang-orang luar untuk bekerja disana, baik dalam hal vaksinasi, tracing, testing dan treatment termasuk koordinasi dengan rumah sakit, baik yang negeri ataupun swasta,” paparnya.

Semestinya, lanjutr Bupati Mahayastra, mereka bisa melakukan sendiri namun masih memerlukan tangan orang lain. Itu disebabkan manajemennya yang tidak bagus,. Itu harus diperbaiki sehingga saya banyak menaruh pejabat baru disana. “Dengan melakukan rotasi ASN, kami menargetkan birokrasi harus bekerja dengan cepat, setelah pengalaman 3 tahun bekerja dengan kecepatan kini harus lebih cepat lagi. Begitu pula keputusan pada tingkatannya harus segera berani diambil,” harapnya.

Camat Tegalalang yang diisi oleh Wayan Ari Trisna Handayani, camat perempuan pertama dan satu-satunya di Gianyar, diharapkan memberi warna lain. Karena perempuan terlahir dengan ketelitian, keibuan, dan biasanya punya ketegasan. “Selamat bekerja, tidak ada lagi belajar tapi bekerja, saya yakin anda mampu dengan berbagai pengalaman dan posisi serta tunjukkan loyalitas,” pungkas Bupati Mahayastra. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us