Ada Nuansa Batik di Tugu Hotels & Spa

Ada Nuansa Batik di Tugu Hotels & Spa

Tugu Hotels & Restaurants memperkenalkan 5 batik Indonesia dalam memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada, 2 Oktober 2021. Ke lima batik yang diperkenalkan itu mungkin masih terdengar asing. “Sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi, Indonesia memiliki segudang corak yang berasal dari setiap daerah mulai dari Batik Parang yang penuh makna khas Solo, Batik Lasem yang terbentuk dari akulturasi budaya Jawa dan Cina hingga Kain Endek Bali yang menjadi pusat perhatian di fashion show Christian Dior Spring/Summer ready to wear 2021,” kata Communication Manager, Joshua, Sabtu (2/10).

Batik merupakan salah satu warisan budaya yang dikenal di seluruh belahan dunia. Batik yang dibuat dengan teknik yang rumit serta dihiasi dengan simbol dan budaya ini telah menjadi kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu. “Setiap batik yang memiliki makna simbolisme yang mengandung harapan, kisah, dan sejarah pada setiap polanya, dan keindahan ini menjadikan batik diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2009,” paparnya.

Lima batik yang diperkenalkan Tugu Hote & Restorant, yaitu Batik Papua dari provinsi paling timur Indonesia yang indah dan menawan. Batik ini memiliki ragam corak yang unik, seperti Asmat, Cendrawasih, Sentani, Tifa, dan tambal ukir; corak Tifa Honai merupakan satu corak yang memiliki makna dan nilai solidaritas yang tinggi. Dalam Bahasa Papua, Tifa Honai memiliki arti rumah yang penuh dengan kebahagiaan.

Batik Tanah Liek berasal dari Minangkabau yang diartikan sebagai Batik Tanah Liat, seperti namanya. Keunikan dari batik ini adalah kegunaan tanah liat sebagai salah satu bahan utama dalam menciptakan warna pada kainnya, dengan cara merendamnya selama seminggu. “Untuk membuat hasil akhir yang cantik, Batik Tanah Liek hanya menggunakan bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan seperti manggis, getah gambir, jerami padi, mahoni, dan tumbuhan lainnya untuk menggambar coraknya,” terang Joshua.

Batik Batak Gorga, yakni dikenal dengan 3 warna utamanya, yaitu Sitiga Bolit. Menurut kepercayaan Batak kuno, stiap warna memiliki arti tersendiri, putih berarti kemurnian, kebenaran, kejujuran, ketulusan, dan simbol dunia atas (Banua Ginjang). Warna merah berarti kekuatan, keberanian, sekaligus lambang dunia tengah (Banua Tonga) dan warna hitam berarti rahasia, otoritas, kepemimpinan, dan simbol dunia bawah (Banua Troru).

Batik Besurek dari Bengkulu, memadukan keindahan kaligrafi dan budaya local. Batik ini memadukan kaligrafi Arab dengan karakteristik lokal ke dalam pola batik, seperti bunga Rafflesia. Pada zaman dahulu, penggunaan Batik Besurek hanya terbatas pada upacara adat saja, namun seiring berjalannya waktu Batik Besurek semakin mendapat pengakuan dari pemerintah dan saat ini sudah umum digunakan sebagai pakaian formal maupun informal.

Sedangkan Batik Banten memiliki ciri khas yang cukup unik. Batik ini dikenal karena mengadaptasi sejarah dan budaya sebagai pola khas mereka. Mulai dari mengadaptasi budaya Suku Baduy, alam sekitar, hingga bentuk artefak dari masa pemerintahan Kesultanan Banten. “Ciri khas lain yang menarik perhatian adalah penggunaan warna yang cerah nan lembut, Batik Banten juga biasanya menggunakan metode cap untuk membuat polanya,” ungkapnya.

Joshua mengatakan, karena memiliki misi untuk memperkenalkan dan mencintai seni, jiwa, dan romantisme Indonesia, maka Tugu Hotels & Restaurants senantiasa mengusung batik di sepanjang perjalanannya sejak awal. Menggunakan Batik Pekalongan, Lasem, dan jarik sebagai rok bawahan tim wanita di Tugu menjadi salah satu partisipasi grup Tugu dalam mengenalkan dan mencintai Batik. Rok bawahan yang dipadupadankan dengan kebaya ini dapat memancarkan keanggunan dan kecantikan Wanita Indonesia.

Untuk seragam tim pria dibagi menjadi dua cara pemakaian, dapat digunakan sebagai hiasan dengan cara melipat kain menjadi pendek dan melilitkannya di pinggang atau bisa juga menggunakannya sebagai sarung. Hal ini memperlihatkan sisi kegagahan tim Tugu. “Tak hanya untuk seragam, Tugu selalu berusaha memberikan sentuhan batik di setiap sudut propertinya mulai dari table cloth, serbet, bed runner, dekorasi, hingga jubah mandi tamu,” tutupnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us