Ada Paket Menarik di Swiss BelResort Watu Jimbar

Ada Paket Menarik di Swiss BelResort Watu Jimbar

Pada saat ini, kondisi yang masih dalam masa pandemi para pengelola hotel sangat bergantung pada kunjungan wisatawan domestik (wisdom). Bahkan, untuk bisa menjalankan operasional serta menjaga semua maintenance hotel, pengelola hotel menaruh harapan besar terhadap wisdom. “Kami hanya mengandalkan tamu domestic dan kegiatan pemerintahan agar isian kamar terpenuhi. Dalam periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin tidak begitu signifikan mengangkat occupancy hotel kami,” ucap Executive Assistant Manager Swiss BelResort Watu Jimbar, Sanur Ida Bagus Gde Cendra Setiawan, Senin (10/1).

Seiring dengan adanya pelonggaran mobilitas perjalanan masyarakat Indonesia setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu, kunjungan wisdom memang mengalir berwisata ke Pulau Dewata. Hal tersebut dirasakan sekali setalah 20 Desember 2021. Kehadiran para tamu domestic ini tersebar di Bali. “Bisa dikatakan, Nataru ini menjadi moment yang baik untuk menggaet wisatawan. Hal itu bisa dilihat dari tingkat hunian hotel, walau ada kenaikan hanya 3 % saja,” imbuhnya.

Khusus di tahun baru, Hotel Swiss BelResort Watu Jimbar tidak melakukan kegiatan atau acara special untuk para tamu. Hal itu karena adanya himbauwan dari pemerintah dan dikeluarkanya Surat Edaran (SE) mengenai Nataru. “Kami patuh mengikuti himbuawan tersebut, dan kami tidak melakukan kegiatan. Kami hanya membuat menu buffet sepecial yang hanya kami layani sampai jam 10 malam. Lagian, tamu juga tidak begitu banyak,” ungkapnya.

Mengenai larangan menyelenggarakan perayaan tahun baru, Cendra Setiawan mengatakan, kalau lihat secara global, biasanya sebelum pandemic yang memeriahkan perayaan tahun baru itu adalah wisatawan asing. Mereka memenuhi hotel dan restaurant, namun saat ini adanya wisatawan domestic yang juga tidak begitu ramai. “Kami tidak melihat peningkatan yang signifikan saat momen Nataru kemarin. Kami kawatir, apakah kondisi seperti ini akan berlanjut seperti kondisi tahun lalu. Terus terang, kami bingung dengan kondisi saat ini,” ungkapnya.

Kalau hanya mengandalkan wisatawan local, tentu hanya dalam periode tertentu saja, seperti Natal, Tahun Baru, Hari Raya Lebaran, dan Imlek yang ramai kunjungannya. Itupun harus berbagi-bagi dengan hotel lain yang ada di Bali. “Karena itu, kami berusaha mengimbangi market yang ada dengan tawaran harga menarik dan lokasi hotel kami. Kami tahu,itu tidak akan cukup kalau kue yang ada hanya segitu dan direbut oleh banyak semut. Kami hanya bisa berharap tangan Yang Kuasa untuk memberi kami tuntunan rejeki agar bisa tetap bertahan, serta karyawan kami bisa bertahan hidup,” harapnya.

Pariwisata Bali saat ini sangat terpuruk, sehingga peran pemerintah sangat diharapkan melalui kebijakannya. Pemerintah bisa mengarahkan dukungannya kepada kebangkitan pariwisata Bali yang sangat diperlukan saat ini. “Kami iri dengan hotel-hotel di luar Bali yang beroperasi layaknya tidak ada Covid-19. Mereka bisa bertahan ketimbang Bali. Kalau seandainya para pekerja Bali, seharusnya mereka turun di Bali dan dikarantina di Bali dengan memanfaatkan hotel-hotel yang sudah siap menerima karantina, seperti arahan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), namun itu hanya terjadi di luar Bali saja,” ujarnya.

Sebagai pelaku wisata,dirinya berharap didalam kondisi yg tidak mementu sambil menunggu wisatawan asing datang, sebaiknya pasar domestic betul-betul digarap dengan baik, seperti peluang untuk Warga Negara Indoensia (WNI) yang berkeja di luar negeri dan mereka bisa dikarantina di daerah mereka masing-masing. “Imigran Bali yang bekerja di luar sangat banyak. Nah, ini seharusnya dilirik pemerintah dan memperdayakan hotel hotel di Bali. Tentu mereka sudah ditest PCR dengan hasil negatif,” usulnya.

Sebagai upaya bertahan, Swiss BelResort Watu Jimbar hanya membuka 100 kamar dari jumlah kamar yang ada. Untuk fasilitas yang dilayani juga tergantung dari tingkat hunian. Semisal sarapan pagi, kalau tamu banyak baru buka dengan buffet, tetapi kalau sepi hanya mainkan ala carte saja. “Saat ini kami menawarkan paket-paket yang menarik. Kami ada di Sanur, tentu akan ada tamu domestic yang akan menyeberang ke Nusa Penida, nah kami buat paket menginap dan sekaligus bisa memberikan fasilitas gratis antar dan jemput menuju pelabuhan penyebrangan. Kami juga ada paket renang, day use dan paket ulang tahun serta paket meeting,” paparnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us