Akankah Keterlambatan Vaksinasi Menunda Pembukaan Pariwisata Internasional Bali?

Akankah Keterlambatan Vaksinasi Menunda Pembukaan Pariwisata Internasional Bali?

Pelaksanaan vaksinasi di Bali mengalami masalah, yakni keterlambatan vaksin Covid-19 hingga dua bulan. Hal tersebut terjadi karena embargo pemerintah India atas Vaksin AstraXeneca. India lebih mementingkan pemenuhan keperluan dalam negeri akibat tren virus yang semakin meningkat ketimbang mengirimkan barang itu ke luar neeri. Padahal, vaksinasi diyakini sebagai salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian Bali, dan memberikan kepercayaan diri bagi pelaku usaha dalam lingkup industri pariwisata untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi. Apakah, masalah ini akan menghambat target pemerintah untuk mewujudkan tiga wilayah sebagai zona hijau, dan bagaimana rencana bakal membuka border internasional untuk Bali.

Ketua Bali Villa Association (BVA), I Gede Nik Sukarta mengatakan, ini sebuah tantangan yang berada difase VUCA. Volatility sangat tingginya ketidak pastian, Uuncertainty juga sebuah ketidak pastian, Complexity msalah global karena isu pandemi, dan Anticipate dimana kita semua harus antisipasi yang mestinya pemerintah sudah menyiapkan plan A dan plan B, seperti menyiapkan sembako untuk rakyat khususnya Tenaga Kerja Pariwisata (Naker Par) dan lainnya jika turis itu tidak jadi datang, alias tidak ada.

Menurutnya, saat ini dunia mengadapi suatu ketidak paastian, yang jelas pasti itu ketidak pastian. Namun, sebagai insan pariwisata, Nik Sukarta sangat mengapresiasi usaha keras pemerintah untuk pengadaan vaksin, sehingga masyarakat Bali tumbuh kepercayaan diri untuk melakukan aktivitas ekonomi. Jika masyarakat sdah tervaksinasi, maka lebih berpeluang menumbuhkan rasa percaya diri. “Target pemerintah untuk Bali, minimal 80% masyarakat Bali sudah tervaksin pada akhir Mei 2021 ini. Bali memiliki populasi hanya 4 juta, dan di Sanur sudah melaksanakan vaksinasi lebih dari 100%, karena bule yang tinggal di wilayah itu juga ikut divaksin,” ucapnya.

Warga Kuta Utara dan Mengwi harus divaksin juga. Kalau bisa, usahakan vaksin diawal Mei semua warga sudah harus divaksin. Memang tidak mudah, karena pasti ada sisi bisnis dan kepentingan Big Farmasi, isu Global, dan politik. “Maka perlunya pemerintah mempunyai bargaining power sekelas “dewa” untuk bisa mendapatkan vaksin. Kalau Mei sudah Ok, seyogyanya Juni all out pemerintah datangkan wisatawan mancanegenara (wisman), sehingga naker pariwisata bisa makan. Kalau tidak bisa, semester 2 pemerintah harus siapkan pangan ke semua nakerpar,” ucapnya.

Ketua PHRI Tabanan, I Gusti Bagus Made Damara mengatakan, walau secara detail belum mempunyai data yang valid, tetapi ini akan menjadi semacam harapan. Sebab, apabila terjadi proses vaksin sesuai dengan prakiraan awal, sehingga dimungkinkan Juni mulai adanya Free Covid Coridoor (FCC) untuk beberapan negara. Apalagi, di Bali sudah disepakati tiga wilayah masuk green zona, yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua. “Nah, ketika hampir dua bulan terjadi keterlambatan vaksin, saya tidak bisa memastikan apakah yang awal pembukaan FCCi Juni itu kemudian ditambah dua bulan juga, sehingga Agustus, saya belum tahu apa begitu,” ucapnya betanya balik.

Dari awal program, lanjut Managing Director Dewi Sinta Hotel ini kalau dilihat penyebaran covid di Bali, beberapa daerah masih ada yang berstatus zona merah, maka tentu vaksin menjadi harapan besari. Total penduduk Bali yang hampir 4, 2 juta itu tentu jumlah ideal yang sudah divaksin sekitar 70 persen . “Saya kira ini akan berdampak pada memundurkan kembali FCC itu,” ucapnya.

Pemerintah pusat tentu memiliki solusi-solusi yang lebih bagus, tetapi pandemi ini memang tidak mudah. “Saya melihat penyebaran vaksinai belum bagus, koordinasi relatif agak tumpang tindih. Andaikan betul terjadi penundaan vaksin yang hampir dua bulan, maka penyebaran vaksin selama ini betul-betul belum ideal. Contohnya, di sektor pariwisata dianggap faktor dominan setelah kesehatan, namun pelayanannya masih belum optimal. Untuk itu, saya harap pemerintah berkoordinasi bersama tim satgas covid agar tidak tumpang tindih,” harapnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us