Alumni FKH Unud Beri Pakan Monyet di Alas Kedaton dan Sangeh

Alumni FKH Unud Beri Pakan Monyet di Alas Kedaton dan Sangeh

Daya Tarik Wisata (DTW) sudah ada yang menerima kunjungan wisatawan, walau dalam kapasitas pengunjung 50 persen karena masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level3. Kenyataannya pengunjung juga belum banyak berdatangan, sehingga pengelola DTW yang mengandalkan satwa kera masih melakukan berbagai upaya untuk pakan monyet. “Kami Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (Unud) Angkatan 1993 memberikan pakan satwa berupa buah-buahan di DTW Sangeh Monke Forest dan DTW Alas Kedaton,” kata Koordinator kegiatan I Dewa Made Widarma, S.Kh didampingi Drh. I Gede Dedy Marsika, akhir pecan lalu.

Pandemi tidak saja berdampak pada lesunya ekonomi terutama pariwisata, namun keprihatinan juga dialami satwa kera-kera yang selama ini menjadi daya tarik pariwisata di Bali. Karena itu aksi spontan peduli terhadap keberadaan satwa monyet di sejumlah DTW di Bali itu dengan memberikan pakan satwa, seperti pisang dan sayuran. “Kami bersama komunitas CK 93, secara spontan menggelar bhakti sosial. . Selain peduli habitat kera di masa pandemi, puluhan alumni itu juga mengunjungi Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala, Tabanan,” ujar Widarma yang saat itu didampingi Drh. I Gede Dedy Marsika.

Widarma yang juga Perbekel Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur itu menuturkan, keberadaan kera -kera ini patut mendapat perhatian semua pihak agar tidak mengalami kelangkaan makanan. “Disaat normal, kunjungan wisatawan, kera-kera ini tentunya tidak kesulitan mendapatan makanan, namun di masa pandemi hampir dua tahun, kondisinya berbeda, makanan kera pasti sedikit, jadi kera ini perlu dukungan semua pihak untuk peduli memberi makanan kera, sehingga habitat kera tetap bertahan,” ungkapnya.

Perbekel Desa Kukuh, Marga I Wayan Sugianto menyambut baik kegiatan dari kelompok CK93, alumni dokter hewan yang telah peduli terhadap kera di kawasan Alas Kedaton. “Kami mengucapkan terimakasih atas sumbangsih alumni kedokteran hewan terhadap keberadaan kera di Alas Kedaton. Bantuan ini sangat berarti bagi atraksi wisata yang ada di Alas Kedaton,” ucapnya.

Sementara itu Drh. Dedy Marsika mengungkapkan, kegiatan sosial ini murni diinisiatif alumni CK 93 atau Cekal 93 , yang kini menyebar di berbagai wilayah baik di Bali bahkan luar Bali. “Alumni kedokteram hewan 93, punya perkumpulan bernama Cekal 93, kini menyebar ada yang bekerja di berbagai sektor, bahkan di luar Bali seperti Jakarta, Kalimantan, Sulawesi, NTT, secara spontan mereka sepakat melakukan aksi peduli pandemi dengan berdonasi memberi makan kera dan mengunjungi panti asuhan,” ungkap pria yang juga Koodinator Sekaa Demen Bojog Darmasaba itu.

Di Panti Asuhan Gayatri Widya Tabanan, Cekal 93 mengunjungi anak-anak panti dengan menyumbangkan beberapa paket sembako. “Kegiatan aksi seperti ini tidak berhenti sampai disini saja, jadi kami bersama alumni akan terus melakukan kegiatan berkesinambungan di masa mendatang, intinya mengajak semua pihak untuk saling berbagi,” tandasnya.

Pengelola Panti Asuhan Eriana Herlisanti menyebutkan, di Panti Asuhan ini terdapat 30 anak-anak. “Sejak enam tahun didirikan, Panti Asuhan ini mengasuh 30-an anak, ada yang sudah TK, SD hingga SMA, kami menyampaikan terimakasih atas perhatian dan sumbangan yang diberikan kepada anak asuh kami,” ucap Herlisanti. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us